Wakil Rektor IV Universitas Trisakti, Asri Nugrahanti, dan Sekretaris SKK Migas, Taslim Z Yunus, usai menandatangani Nota Kesepahaman untuk mendukung Upaya Pencapaian Produksi Minyak 1 Juta Barel Per Hari.

Jakarta, Petrominer – Dukungan atas upaya SKK Migas untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional terus mengalir. Kali ini, dukungan disampaikan oleh asosiasi profesi yang tergabung dalam Ikatan Ahli Tambang Indonesia (IATMI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Ikatan Ahli Fasilitas Migas Indonesia (IAFMI), Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Ikatan Geografi Indonesia (IGI) dan Universitas Trisakti.

Dukungan tersebut dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman yang ditandatangani oleh SKK Migas dengan asosiasi profesi dan Universitas Trisakti, Senin (26/4). Berdasarkan kesepakatan itu, para pihak akan melakukan kerjasama dalam rangka memajukan ilmu pengetahuan dan meningkatkan produksi migas nasional sesuai bidang kompetensi masing-masing.

Sekertaris SKK Migas, Taslim Z Yunus, menyatakan bersyukur visi bersama produksi 1 juta barel telah mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, SKK Migas telah menyusun rencana dan strategi yang melibatkan para pemangku kepentingan untuk merealisasikan visi tersebut.

“Seluruh pemangku kepentingan mesti bekerjasama untuk meningkatkan produksi migas guna mendukung pemenuhan kebutuhan pembangunan nasional,” ungkap Taslim.

Dia menjelaskan bahwa penandatangan nota kesepahaman ini menunjukkan dukungan dari asosiasi profesi dan perguruan tinggi untuk bersama-sama meneruskan kolaborasi dan sinergi dalam upaya meningkatkan pengelolaan hulu migas yang lebih baik.

“Kami harapkan penandatanganan nota kesepahaman menjadi pondasi untuk bersama-sama melakukan langkah nyata dan kerja bersama memberikan kontribusi meningkatkan produksi migas nasional untuk mendukung pembangunan,” tegas Taslim.

Dia juga menegaskan bahwa produksi minyak 1 juta barel di tahun 2030 sebetulnya belum mampu mencukupi kebutuhan minyak nasional yang jauh lebih besar. Namun, setidaknya jika produksi 1 juta barel bisa direalisasikan akan membantu Pemerintah dalam mengurangi impor minyak.

Sementara itu, Ketua Umum IATFMI John Hisar Simamora dalam sambutannya mewakili seluruh asosiasi profesi yang menandatangani nota kesepahaman menyampaikan bahwa visi 1 juta barel sudah menjadi cita-cita nasional. untuk merealisasikan cita-cita tersebut, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak.

“Kita harus bekerja secara gotong royong, saling melengkapi agar segenap potensi yang dimiliki dapat disatukan menjadi kekuatan untuk dapat mewujudkan target 1 juta barel,” ujar John.

Menurutnya, meski energi masa depan adalah EBT, namun ada proses transisi menuju ke sana dengan kontribusi minyak dan gas yang masih signifikan. Khususnya gas, yang produksinya akan semakin dominan ke depannya. Karena itulah, segala hal yang terkait dengan antisipasi terhadap peningkatan produksi gas harus disiapkan.

“Kecepatan menjadi kunci, kita semua harus berpacu dengan waktu agar potensi yang ada tidak terlewatkan. Termasuk dalam hal ini adalah kebutuhan untuk meningkatkan kecepatan penyelesaian perizinan agar proses investasi dapat dikawal lebih optimal,” jelas John.

Wakil Rektor IV Universitas Trisakti, Asri Nugrahanti, menyampaikan bahwa kerjasama dengan SKK Migas ini adalah bagian dari pelaksanaan tri darma perguruan tinggi.

Kerjasama ini, menurut Asri, menjadi kesempatan bagi Universitas Trisakti untuk lebih dapat meningkatkan penelitian dan kontribusinya bagi upaya peningkatan produksi minyak dan gas nasional. Sebelumnya sudah banyak kerjasama antara Universitas Trisakti dan SKK Migas, dan ke depannya diberharapkan semakin banyak yang dapat dikontribusikan oleh Trisakti.

“Selain tiga prodi yang berkaitan langsung dengan hulu migas, tentu dalam pengelolaan migas nasional akan sangat terkait dengan aspek ekonomi, sosial dan lainnya. Prodi di Universitas Trisakti dapat memberikan dukungan terhadap hal-hal tersebut,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here