Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pekanbaru, Petrominer – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi penerapan digitalisasi di Wilayah Kerja (blok) Rokan, Riau. Langkah progresif yang diambil PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tersebut dinilai dapat mendukung operasi hulu migas yang selamat, andal, dan efisien sehingga memberikan devisa lebih besar bagi negara.

Hal itu disampaikan Basuki yang biasa disapa Ahok ketika berkunjung ke fasilitas Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) di Minas, Selasa (14/9). Dia berharap sistem tersebut juga bisa diperluas ke seluruh operasi hulu dan bahkan hingga ke sektor hilir Pertamina.

”Digitalisasi di blok Rokan bisa dijadikan acuan untuk memperluas penerapannya di seluruh operasi hulu Pertamina, bahkan bisa juga untuk sektor hilir juga,” ungkap Ahok.

Lebih lanjut, dia menyatakan sistem di IODSC itu juga bisa diterapkan ke Pertamina Integrated Command Center (PICC) agar dengan data dan orang yang benar maka ada pengambilan keputusan yang tepat. Apalagi, semua upaya tersebut bertujuan untuk optimisasi devisa.

“Alih kelola blok Rokan bukan hanya tentang pengalihan wilayah kerja, namun juga tentang sistem dan keahlian orang-orangnya,” tegas Ahok.

Kunjungan mantan Gubernur DKI Jakarta ini bertujuan meninjau kinerja blok Rokan setelah satu bulan alih kelola dari operator sebelumnya pada 9 Agustus 2021 lalu. Dia juga meninjau pilot project chemical enhanced oil recovery (CEOR), untuk melihat apakah sudah sesuai dengan prinsip efisiensi yang mengutamakan keuntungan bagi Pertamina dan Pemerintah.

Ahok berharap agar manajemen terkait bisa mengelola risiko dengan baik dan menggandeng strategic partner untuk mengembangkan metode CEOR atau metode terbaik lainnya dengan menerapkan performance based guna membantu PHR dalam meningkatkan produksi.

Dalam paparannya, manajemen PHR menyampaikan bahwa peningkatan produksi blok Rokan didukung oleh beberapa faktor utama. Yakni kegiatan pengeboran sumur-sumur produksi minyak yang baru, menahan laju penurunan produksi alamiah (natural decline), dan menjaga keandalan fasilitas operasi produksi. Faktor-faktor tersebut sangat ditunjang oleh penerapan teknologi digital yang masif.

Penerapan digitalisasi setidaknya memberikan empat manfaat utama, yakni peningkatan kinerja keselamatan; penurunan signifikan dari potensi kehilangan produksi / LPO hingga sekitar 40 persen; optimalisasi kemampuan fasilitas produksi; dan peningkatan efisiensi.

Fasilitas IODSC merupakan sumber informasi atau ‘big data’ berkaitan dengan aktivitas sumur dan peralatan di lapangan. Setiap hari ada sekitar 4.000 hingga 5.000 data yang masuk. Data tersebut diolah agar menjadi informasi berharga yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here