, ,

Meski Terkendala Ijin, PLN Siap Penuhi Listrik di Bintan

Posted by

Tanjung Pinang, Petrominer – PT PLN (Persero) menyatakan siap memasok listrik untuk memenuhi kebutuhan industri dan pariwisata di Bintan, Kepulauan Riau yang mencapai 160 Mega Volt Ampere (MVA). Komitmen itu segera dipenuhi meski menghadapi kendala ijin dan terpaksa merelokasi pembangkit dan membangun transmisi beserta gardu induk baru.

Kesiapan pasokan listrik PLN ini mendapat perhatian dari Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andy N. Someng, saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Teluk Sasah berkapasitas 9 Megawatt (MW) di Bintan, Jum’at (9/3).

Andy memastikan pembangkit listrik di Teluk Sasah sudah selesai Commercial Operation Date (COD) di bulan Oktober 2017 lalu. Namun hingga saat ini, PLN belum bisa mengoperasikan untuk melistriki kawasan industri yang ada di Lobam, Bintan.

“Keterlambatan pengoperasian PLTMG ini disebabkan oleh ijin sandar tongkang pengangkut bahan bakar CNG dari Batam belum diberikan dari instansi terkait. Akibatnya, PLN mengalami kerugian sebesar Rp 15 miliar dan pelanggan industri di Lobam untuk sementara tidak bisa dilayani,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Andy menyampaikan harapannya agar permasalahan ini harus segera diatasi. Dengan begitu, tidak menganggu investasi di sektor industri khususnya di Lobam.

“Kami juga ingin memastikan sinergi antar instansi, baik pemasok gas, pemerintah daerah, dinas perhubungan laut, pengelola pelabuhan dan juga PLN. Sehingga komitmen untuk mendukung tumbuhnya industri di pulau Bintan dan mewujudkan Bintan terang benderang semakin nyata,” jelas Andy.

Sementara itu, Direktur PLN Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto yang turut serta dalam kunjungan kerja tersebut mengungkapkan bahwa kondisi kelistrikan di Bintan sangat aman. Dia juga meyakinkan bahkan PLN siap memasok listrik sebesar 160 MVA.

“PLN telah tandatangani nota kesepahaman dengan investor PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) dengan daya 120 MVA dan PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) dengan daya 40 MVA pada tanggal 24 November 2017. Kami dukung investasi di kawasan industri dan pariwisata semakin membaik. Sehingga Bintan dapat menjadi tujuan wisata dan investasi saat ini dan dimasa mendatang,” jelas Wiluyo.

Selain mengoperasikan PLTMG di Teluk Sasah, untuk memenuhi kebutuhan listrik industri dan pariwisata yang mencapai 160 MVA, PLN telah membangun transmisi 150 kV (kilo Volt) dan Gardu Induk (GI) 150 kV di Lagoi sepanjang 20 kilometer route (kmr) dari Gardu Induk 150 kV Sri Bintan.

Selanjutnya, PLN akan menambahkan kapasitas daya di Gardu Induk Air Raja dari 60 MVA menjadi 120 MV yang di rencanakan selesai akhir Juni 2018. Kemudian secara bertahap kapasitas Gardu Induk Sri Bintan dan Gardu Induk Kijang semula masing-masing 30 MV akan ditambah menjadi 60 MVA yang diharapkan selesai akhir tahun 2018.

Sedangkan untuk memenuhi listrik di pulau Bintan rencana di tahun 2019, PLN akan membamgun pembangkit listrik bertenaga gas dengan kapasitas 30 MW. Ini tentunya setelah PLTMG Teluk Sasah sudah bisa beroperasi

“Upaya yang PLN lakukan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Bintan, baik untuk pengembangan pembangunan perumahan, usaha bisnis, pariwisata maupun industryi agar perekonomian di pulau Bintan semakin meningkat dan sejajar dengan pulau Batam,” pungkas Wiluyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *