Tarakan, Petrominer – PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmen untuk melestarikan lingkungan dan mencegah kerusakan alam. Kali ini, perusahaan migas nasional ini melakukan penanaman 5.000 bibit mangrove di kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Boom Panjang, Tarakan, Kalimantan Utara.
Menurut Region Manager Communication & CSR Kalimantan, Yudi Nugraha, penanaman seluruh bibit mangrove tersebut akan dilakukan di dua tempat. Sebanyak 3.500 bibit akan ditanam di Kawasan Konservasi dan Kepiting Boom Panjang, dan 1.500 bibit akan ditanam di Kawasan Pesisir Pantai Kelurangan Lingkas Ujung.
“Penanaman bibit pohon mangrove ini untuk melestarikan dan meningkatkan populasi kepiting serta menjaga ekosistem pesisir laut,” ujar Yudi usai melakukan penanaman bibit Mangrove, Selasa (30/1).
Kegiatan ini, jelasnya, merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina. Kali ini, BUMN itu bekerja sama dengan Program Konservasi Mangrove Pemerintah Kota Tarakan.
Selain program penanaman bibit mangrove, Pertamina telah menyelenggarakan beberapa kegiatan serupa diantaranya pembuatan kandang beruang dan kandang burung di hutan kota Sawah Lunto, Kota Tarakan, yang saat ini telah menjadi lahan konservasi keanekaragaman hayati. Pertamina juga melakukan pemberdayaan petani kayu putih dan penanaman pohon kayu putih sebanyak 2.500 bibit.
Pada tahun 2017 lalu, Pertamina Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tarakan berhasil meraih Proper Hijau dari KLHK atas kepedulian Pertamina terhadap lingkungan diwujudkan dalam bentuk efisiensi pemanfaatan sumber daya alam serta peningkatan keanekaragaman hayati.
Hutan mangrove bermanfaat besar bagi penduduk Indonesia, yakni berfungsi untuk melestarikan dan menjaga serta meningkatkan populasi ekosistem pesisir laut, mencegah abrasi dan tsunami laut serta mencegah peresapan air laut ke daratan. Oleh karena itu, upaya-upaya pelestarian hutan mangrove perlu terus digalakkan karena indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pantai.
Indonesia memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia serta memiliki keanekaragaman hayati yang paling tinggi. Hal tersebut berdasarkan dari data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dengan panjang garis pantai sebesar 95.181 Km2, Indonesia mempunyai luas mangrove seluas 3.489.140,68 Ha (tahun 2015) atau setara 23 persen dari total luas kawasan hutan mangrove dunia yang mencapai sekitar 16.530.000 Ha.








Tinggalkan Balasan