Banten, Petrominer – PT PLN (Persero) bergerak cepat menangani gangguan pasokan listrik ke pelanggan akibat guncangan gempa bumi yang terjadi Selasa siang (23/1).
Gempa yang berpusat di Lebak, Banten itu selain merusak bangunan rumah warga, juga sempat membuat pasokan listrik terhenti untuk beberapa kecamatan. PLN pun segera menurunkan tim untuk mendata kerusakan, sekaligus melakukan upaya perbaikan langsung demi memulihkan pasokan listrik.
“Beberapa recloser penyulang listrik terganggu akibat guncangan gempa. Dan satu trafo gardu jatuh dari dudukan trafo,” ungkap Deputi Manajer Humas dan Hukum PLN Distribusi Banten, Demi Irfan, Rabu (24/1).
PLN mencatat ada tiga recloser penyulang yang terganggu. Akibatnya, layanan listrik ke beberapa kecamatan di Banten padam sesaat setelah gempa serta satu buah trafo gardu jatuh dari dudukannya.
“Setelah tahu lokasi jaringan yang terganggu, tim kami langsung melakukan pemulihan supaya listrik kembali mengalir. Ketiga recloser penyulang itu pun sejak pukul 14.45 WIB (Selasa 23/1) telah normal kembali, recloser yang pulih terakhir pada pukul 15.27 WIB,” terang Demi.
Menurutnya, trafo yang jatuh itu mensuplai Kampung Tanjung Layar, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah. PLN segera melakukan upaya perbaikan dan Selasa malam sekitar pukul 23.05 sudah normal kembali.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa gempa bumi 6,1 pada skala Richter itu tidak membuat kerusakan besar pada jaringan distribusi listrik PLN ke pelanggan. Dengan begitu, upaya penormalan listrik yang sempat padam bisa berlangsung dengan cepat.
“Sempat mengalami gangguan padam sejenak di beberapa titik, khususnya area Banten Selatan. Namun kondisi tersebut dapat dipulihkan sepenuhnya dengan cepat. Sehingga kontinuitas jaringan dan layanan dapat terus terjaga,” jelas Demi.
Meski begitu, PLN terus melakukan monitoring dan koordinasi guna mengantisipasi dengan unit-unit pelayanan di wilayah Banten dan mensupport terhadap upaya pemulihan pasca gempa bumi di wilayah tersebut.









Tinggalkan Balasan