,

Pelatihan Calon Tenaga Kerja Proyek RDMP Balikpapan

Posted by

Balikpapan, Petrominer – Sebanyak 5.000 calon pekerja proyek pengembangan kilang minyak (Refinery Development Masterplan Program /RDMP) di Refenery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai menjalani pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Balikpapan. Pelatihan dilaksanakan secara bertahap. Saat ini, 30 lulusan SMK dan SMA dari 6 kelurahan sekitar wilayah ring I Kilang Balikpapan tengah mengikuti pelatihan welder (juru las).

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Agar terkoordinir dengan baik, kegiatan pelatihan direalisasikan melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara Pertamina, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, tentang Kerja Sama Program Pelatihan Calon Tenaga Kerja Proyek Perluasan Kilang Minyak Pertamina Balikpapan yang di Balikapan, Kalimantan Timur.

Menurut Region Manager Communication and CSR Kalimantan, Yudi Nugraha, pelatihan tersebut difokuskan bagi masyarakat di sekitar area proyek yang akan dilatih dalam tiga bidang khusus yang relevan.

“Para calon pekerja yang berasal dari masyarakat sekitar area proyek akan dilatih dengan bidang khusus yang relevan dengan proyek yakni terkait penerapan HSSE, pendukung proyek seperti welder dan yang terkait dengan keahlian instrument,” kata Yudi.

Total kebutuhan tenaga kerja proyek RDMP Balikpapan mencapai 25.000 orang, yang terdiri atas tenaga kerja pendukung seperti tenaga angkat, tenaga gali, supir, OB, dan cleaning service sebanyak 10.000 orang dan kebutuhan tenaga kerja terlatih sebanyak 15.000 orang.

Dari kebutuhan tenaga kerja terlatih itu, sebanyak 5.000 di antaranya dididik Pertamina dan 10.000 lainnya dipasok oleh kontraktor yang mengerjakan pekerjaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC).


Pertamina membagi program pelatihan menjadi tiga kelompok yakni tenaga HSSE seperti safetyman, safety inspector, dan first aider dengan durasi pelatihan selama enam hari. Kelompok kedua adalah tenaga terlatih bersertifikasi seperti welder, rigger, pipe filter, dan scaffolder dengan durasi pelatihan selama 60 hari.

Serta, kelompok ketiga adalah tenaga terlatih bidang khusus seperti intrumentation, electrical, structure/piping, dan civil/building selama 12 hari.

Pelatihan dapat menggunakan fasilitas di lima BLK milik Kementerian Ketenagakerjaan di Kaltim dan bisa pula ditambah BLK di wilayah Kalimantan lainnya. Total BLK di Kalimantan ada 35 unit. Lima BLK di Kaltim berkapasitas 6.300 orang per tahun yang berlokasi di Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kota Bontang. Kabupaten Kutai Timur, dan Kabupaten Paser.

Kepala BLK Balikpapan Suhartono menyatakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saat ini BLK yang dipimpinnya tengah melatih 30 calon pekerja proyek yang sudah memasuki pelatihan selama 10 hari.

“Pelatihan akan kami fokuskan pada praktek karena kebutuhan tenaga kerja proyek yang siap turun ke lapangan. Perbandingannya 80 persen praktek, 20 persen teori,” tegasnya.

Pelatihan keahlian yang didapat dapat menjadi bekal berharga bagi penerima manfaat, bahkan setelah proyek RDMP Pertamina selesai, karena mereka sudah menjadi tenaga kerja siap pakai bersertifikat.

RDMP di Refinery Unit (RU) V Balikpapan bernilai investasi hingga US$ 5 miliar bertujuan meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi dengan meningkatkan produksi BBM dan non-BBM, meningkatkan kualitas produk BBM dari Euro II menjadi Euro V, dan nilai ekonomi kilang Pertamina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *