Bogor, Petrominer – PT PLN (Persero) bersinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya untuk meneliti microgrid. Melalui sebuah laboratorium microgrid di Cipayung, Bogor, PLN akan dibantu PT LEN Industri untuk mengembangkan manufaktur inverter dalam negeri sehingga bisa mempercepat proses perbaikan jika terjadi kerusakan peralatan.
Laboratorium Microgrid di PLN Puslitbang itu sendiri baru saja diresmikan penggunaannya oleh Kepala Divisi Enjining PLN, Warsono dengan didampingi General Manager dan Manajemen PLN Puslitbang di Cipayung, Bogor, Rabu (13/12).
Microgrid merupakan kumpulan dari interkoneksi sumber pembangkit terdistribusi (PLTS, PLTD, PLTMH, PLTB, Baterai, dsb) dengan beban, yang dapat bekerja secara mandiri maupun terhubung dengan grid lain. Konsep microgrid sudah banyak digunakan di beberapa negara dan umumnya terfokus pada pengontrolan pembangkitan eksisting sehingga pembangkit eksisting harus mengalami modifikasi atau penggantian total.
“Konsep microgrid yang diajukan dalam penelitian kali ini adalah pengembangan inverter dalam bentuk modular sehingga kerusakan komponen tidak mematikan seluruh sistem microgrid,” ujar GM PLN Puslitbang, E. Haryadi.
Menurut Haryadi, sistem microgrid ini menggunakan storage element (SE) berupa battery bank dan bidirectional inverter yang dapat dikontrol sebagai pembangkit maupun beban tersendiri (plug and play). Dengan menggunakan konsep ini, saat diperlukan integrasi sebagai suatu sistem microgrid, pembangkitan eksisting yang terdapat di lapangan dapat bekerja tanpa harus dilakukan penggantian pada sistem pembangkitan tersebut.
Penelitian microgrid ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik sistem microgrid yang tepat untuk wilayah kepulauan di Indonesia melalui pembangunan fasilitas penelitian microgrid di Laboratorium Tenaga Air Mini (LTAM) Cipayung. Sampai saat ini telah berhasil dibuat fasilitas penelitian microgrid yang mencakup desain dan instalasi hardware berupa modul PLTS, grid tied inverter (GTI), bidirectional inverter (BDI), battery bank, load bank, serta simulator generator.
Selain itu juga telah dilakukan desain dan implementasi human machine interface (HMI) untuk proses monitoring dan kontrol microgrid. Ke depannya penelitian akan dilanjutkan dengan penerapan algoritma serta optimisasi sistem microgrid.

Bersamaan dengan diresmikannya Laboratorium Microgrid, PLN Puslitbang melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (CSR) di Cipayung untuk kedua kalinya yaitu penyerahan bantuan optimalisasi penyediaan air bersih kepada warga sekitar Laboratorium Tenaga Air Mini di Cipayung, Bogor. Bantuan senilai Rp 25 juta itu diserahkan oleh Haryadi dan diterima oleh Cacuk Budiawan selaku Kepala Desa Cipayung. Bantuan ini dimaksudkan untuk membantu suplai air bersih bagi 183 Kepala Keluarga di Desa Cipayung.









Tinggalkan Balasan