
Pulau Bunyu, Petrominer — PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field berhasil meningkatkan produksi minyak Sumur BN-38 di Lapangan Bunyu melalui kegiatan well intervention. Produksi sumur tersebut melonjak dari sekitar 8 barel menjadi 733 barel pada awal produksi setelah intervensi, sementara produksi gas mencapai 0,52 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau lebih dari lima kali target 0,10 MMSCFD.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sumur dengan pemutakhiran analisis data subsurface, termasuk data saturasi log. Analisis tersebut digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan dan potensi sisa hidrokarbon yang masih dapat diproduksikan.
Senior Manager Bunyu Field, Ruri Heriandi, mengatakan hasil evaluasi menjadi dasar penentuan strategi intervensi, termasuk penerapan water shut off. Metode tersebut dilakukan dengan mengisolasi dan menyemen interval yang terindikasi menghasilkan air, kemudian melakukan perforasi pada lapisan top sand untuk mengoptimalkan produksi minyak.
“Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi intervensi yang tepat, termasuk penerapan water shut off dengan mengisolasi dan melakukan penyemenan pada interval yang terindikasi menghasilkan air, serta melakukan perforasi pada lapisan top sand untuk mengoptimalkan produksi minyak sekaligus meminimalkan masuknya air,” jelas Ruri, Selasa (6/10).
Menurutnya, evaluasi Sumur BN-38 menunjukkan interval J-72 masih menyimpan potensi hidrokarbon yang belum diproduksikan secara optimal. PEP Bunyu Field kemudian membuka kembali interval tersebut untuk meningkatkan kontribusi produksi sumur.
“Alhamdulillah, hasil awalnya menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dan semoga bisa bertahan dalam waktu yang panjang,” ungkap Ruri.
General Manager Zona 10, Darmapala, mengatakan Pertamina terus mendorong penerapan inovasi dan teknologi dalam pemeliharaan, perbaikan, serta reaktivasi sumur migas. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, recovery rate, sekaligus memperpanjang usia produksi sumur.
“Keberhasilan well intervention di Sumur BN-38 menunjukkan bahwa optimalisasi aset eksisting dapat memberikan tambahan produksi yang berarti. Upaya seperti ini akan terus kami dorong untuk mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki Pertamina,” ujar Darmapala.
Keberhasilan intervensi Sumur BN-38 menjadi bagian dari upaya PEP Bunyu Field menjaga produksi dari lapangan yang telah memasuki fase mature. Optimalisasi aset eksisting tersebut diharapkan turut menopang keberlanjutan produksi migas dan ketersediaan energi nasional.








Tinggalkan Balasan