,

Kementerian ESDM Dampingi 600 Anak Pascagempa di Nagekeo

Posted by

–

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan pendampingan trauma healing kepada 600 anak terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendampingan tersebut menjadi bagian dari bakti sosial Kementerian ESDM yang berlangsung 30 September hingga 2 Oktober 2026.

Selain trauma healing, bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, kesehatan, energi, air bersih, dan pendidikan. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut menyasar sekitar 5.000 warga dengan nilai bantuan mencapai Rp2,6 miliar.

Bantuan disalurkan Kementerian ESDM bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM. Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan Penasihat DWP Kementerian ESDM, Sri Suparni Bahlil, kepada Penasihat DWP Provinsi NTT, Mindriyanti Astiningsih, di Jakarta, Rabu (30/9).

Di Nagekeo, penyaluran bantuan dipimpin Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Permasalahan Hukum Sektor ESDM sekaligus Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi. Kegiatan dipusatkan di Desa Lebolewa dan Posko Utama Pengungsian Mbay di Kecamatan Aesesa, serta Desa Ladolima, Kecamatan Keo Tengah.

Bantuan yang disalurkan meliputi 5.000 paket sembako, 5.000 paket layanan kesehatan, serta 300 paket selimut dan kelambu. Untuk mendukung kebutuhan listrik dan air bersih, Kementerian ESDM menyediakan 25 unit genset dan 21 unit toren air.

Layanan kesehatan gratis juga diberikan di setiap lokasi. Tenaga medis dari Ditjen Mineral dan Batubara (Minerba), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), serta relawan tenaga kesehatan Kabupaten Nagekeo terlibat dalam pelayanan tersebut.

“Kami membagikan sembako dan memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan bagi warga. Semoga masyarakat dapat terbantu, kesehatan tetap terjaga, serta diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ujar Rudy saat meninjau kegiatan di Desa Lebolewa pada hari pertama bakti sosial tersebut.

Salah satu penerima manfaat, Antonius, 73 tahun, petani asal Desa Lebolewa yang rumahnya terdampak gempa, mengaku terbantu dengan layanan kesehatan yang hadir langsung di desanya.

“Kami senang datang dokter ke sini karena sudah beberapa kali kami kontrol terus jauh ke rumah sakit Aeramo. Terima kasih kami sudah dibantu,” tuturnya.

Pulihkan Semangat Anak

Untuk membantu anak-anak kembali beraktivitas dan belajar, Kementerian ESDM menyiapkan 1.000 unit terpal untuk sekolah darurat, tujuh perangkat audio visual, 335 pasang seragam bagi siswa dan guru, serta 229 pasang sepatu sekolah.

Sebanyak 600 anak juga mengikuti trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikologis setelah mengalami bencana.

“Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesehatan masyarakat serta menumbuhkan kembali semangat dan optimisme anak-anak yang terdampak gempa,” kata Rudy.

Kepala Kantor Kecamatan Aesesa, Yacobus Laga Kota, mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan kebutuhan kesehatan dan kebutuhan dasar menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *