
Muara Enim, Petrominer – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) melakukan tajak (spud-in) sumur eksplorasi pertama untuk proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3, Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu (8/7). Momentum ini menjadi tonggak penting dalam upaya PGE mengakselerasi transisi energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional menjelang peringatan 100 tahun pengembangan panas bumi di Indonesia.
Tajak perdana ini dilakukan di sumur LMB 19-3, yang berlokasi di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu. Menggunakan rig GDAP#123, pengeboran dengan target kedalaman 2.500 meter ini diperkirakan rampung dalam 44 hari.
“Seluruh rangkaian kegiatan eksplorasi sumur hingga pembangunan PLTP dijalankan dengan kepatuhan ketat terhadap standar teknis, operasional, serta aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE),” ungkap Project Manager Lumut Balai Unit 3 & 4, Heri Susanto.
Sementara Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan Lumut Balai Unit 3 merupakan komitmen nyata PGE dalam menjawab tantangan kebutuhan energi masa depan, khususnya untuk wilayah Sumatra. PGE memahami bahwa ketahanan energi nasional memerlukan pasokan listrik yang tidak hanya bersih, tetapi juga stabil dan andal.
“Di tengah dinamika energi global, panas bumi hadir sebagai sumber energi baseload lokal yang mampu menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Ahmad Yani.
Green Book 2026
Terletak di kaki Bukit Lumut Balai, PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan kelanjutan dari dua proyek strategis PGE di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur. Sebelumnya, PGE telah mengoperasikan Unit 1 yang diresmikan September 2019 dan Unit 2 pada Juni 2025, dengan total kapasitas gabungan sebesar 2×55 megawatt (MW).
Dengan target operasional tahun 2030, PLTP Lumut Balai Unit 3 akan menambah 55 MW pasokan listrik bersih, yang akan semakin memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Muara Enim dan Sumatra Selatan. Proyek ini menjadi bagian dari roadmap jangka panjang PGE untuk mencapai total potensi kapasitas panas bumi sebesar 3 gigawatt (GW), sekaligus selaras dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Pengembangan Unit 3 ini dilakukan bersama dengan proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 yang telah dimulai April 2026 lalu. Kepercayaan pasar terhadap kedua proyek ini semakin diperkuat sejak Juni 2026, ketika PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 resmi masuk ke dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian PPN/Bappenas.
Hal ini membuka akses pendanaan melalui potensi pinjaman luar negeri senilai US$ 158,86 juta untuk mengakselerasi pengembangan proyek Lumut Balai Unit 3, dan US$ 148,97 juta untuk proyek Lumut Balai Unit 4.
Saat ini, PGE telah mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW di enam wilayah operasi. Selain PLTP Lumut Balai Unit 3, PGE juga tengah agresif menggarap sejumlah proyek strategis lainnya, antara lain PLTP Lumut Balai Unit 4 (55 MW), PLTP Lahendong Unit 7 & 8 (50 MW), PLTP Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW), eksplorasi Gunung Tiga, serta beberapa proyek co-generation bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas 230 MW.









Tinggalkan Balasan