
Jakarta, Petrominer — Transformasi kerap dimulai dari upaya untuk membenahi hal-hal administratif. Dalam korporasi besar, tantangan utamanya terletak pada pengelolaan data pembelanjaan yang tersebar, tidak terstruktur secara konsisten, serta data vendor yang beragam dan belum terhubung.
Pembenahan atas fondasi ini menjadi kunci agar data dapat terintegrasi menjadi satu kesatuan informasi yang utuh, rapi, dan mendukung proses bisnis secara lebih efektif. Langka inilah yang diambil PT ABM Investama Tbk. melalui SPARROW (Spending Analytics for Strategic Procurement Workbench), yakni platform pengadaan digital berbasis data yang dikembangkan secara internal.
Menurut Direktur Utama ABM Investama, Achmad Ananda Djajanegara, pemanfaatan SPARROW telah mendorong efisiensi analisis pengadaan secara signifikan. Jika sebelumnya proses analisis dapat memakan waktu hingga satu bulan, kini dapat diselesaikan dalam 1–2 hari, dengan tingkat akurasi di atas 95 persen dan cakupan data mencapai 97 persen.
“Platform ini juga memperkuat tata kelola melalui dashboard yang lebih transparan dan akuntabel, sekaligus mendukung pemberdayaan vendor lokal,” ujar Ananda dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Selasa (12/5).
Dia menjelaskan, platform ini memanfaatkan Large Language Model (LLM) dan Natural Language Processing (NLP) melalui fitur Smart Categorization Engine untuk melakukan standardisasi vendor dan kategorisasi barang secara otomatis, sehingga data pengadaan yang sebelumnya tersebar dapat diolah menjadi insight strategis.
SPARROW dikembangkan oleh kolaborasi lintas fungsi yang melibatkan tim Procurement, Data Science, dan IT. Tim SPARROW terdiri atas Medhelia Ayu Pradyta (Tim Procurement), Aisah (Tim Data Science), serta Chandra Adriansyah (Tim Corporate & Digital Analytics).
Atas inovasi ini, ABM Investama meraih Silver Stevie® Winner 2026 di ajang kompetisi The Asia-Pacific Stevie® Awards untuk kategori Award for Innovation in Technology Management, Planning & Implementation. Penghargaan ini menandai komitmen ABM investama dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan kebutuhan operasional perusahaan.
“Silver Stevie® Winner 2026 merefleksikan kemampuan perusahaan dalam membangun inovasi secara mandiri. Secara bisnis, pencapaian ini juga meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memvalidasi keunggulan kualitas ABM Investama di tingkat regional Asia Pasifik,” ujar pria yang biasa disapa Andi.
Dia menegaskan, SPARROW menjadi contoh konkret bahwa transformasi digital di fungsi pengadaan dapat menciptakan efisiensi, meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola. Dan pada saat yang sama, inovasi ini telah memperbesar nilai strategis data bagi keberlanjutan usaha.
“Inovasi besar tidak melulu memerlukan investasi teknologi yang mahal. Investasi utamanya justru terletak pada kapabilitas SDM internal, karena sistem ini dibangun sendiri tanpa melibatkan pihak ketiga. Sementara itu untuk aspek teknologi, perusahaan memanfaatkan data science yang membantu sistem SPARROW ini menjadi lebih efisien,” ungkap Andi.








