
Jambi, Petrominer – Pemerintah Provinsi Jambi mengapresiasi langkah-langkah dan komitmen PetroChina International Jabung Ltd. dalam program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di lingkungan kerja. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas ini dinilai konsisten menjalankan program P2-HIV/AIDS secara terstruktur dan berkelanjutan di blok Jabung, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.
Keberhasilan tersebut mendapat penghargaan kategori Platinum dari KementerianTenaga Kerja sesuai dengan Keputusan Menteri nomor 45 Tahun 2026. Penghargaan tertinggi ini ditandatangani langsung oleh Menteri Tenaga Kerja, Yassierli, dan diserahkan oleh Gubernur Jambi, Al Haris, kepada PetroChina dalam peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 lalu.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk PetroChina, tapi juga menjadi pemicu bagi perusahaan lain di Jambi. HIV/AIDS adalah masalah bersama. Dunia usaha harus terlibat aktif agar pekerja sehat, produktif, dan bebas dari stigma,” ujar Al Haris.
Menurutnya, sektor migas memiliki mobilitas pekerja yang tinggi sehingga berisiko terhadap penularan HIV/AIDS. Karena itu, langkah pencegahan sejak dini di lingkungan kerja sangat penting. Penghargaan Platinum diberikan setelah tim penilai memverifikasi sejumlah indikator program PetroChina secara komprehensif.
Pemprov Jambi menargetkan seluruh perusahaan skala besar dan menengah memiliki program P2-HIV/AIDS sebelum 2027. Hingga April 2026, tercatat 38 perusahaan di Provinsi Jambi telah mengikuti penilaian program P2-HIV/AIDS. Dari jumlah itu, baru 5 perusahaan yang meraih kategori Platinum salah satunya adalah PetroChina International Jabung Ltd.
Dengan penghargaan ini, Pemprov Jambi menegaskan komitmen bersama dunia usaha untuk mendukung target nasional Ending AIDS 2030 dan mewujudkan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan inklusif.
Perluas Edukasi
Usai menerima penghargaan tersebut, Health Management Supervisor PetroChina Jabung, M Nasirudin, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan daerah.
Nasirudin menjelaskan, PetroChina dinilai unggul dalam empat aspek yaitu kebijakan non-diskriminasi, edukasi berkala, penyediaan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT), serta dukungan bagi masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS. PetroChina juga rutin menggelar sosialisasi kepada karyawan dan mitra kerja, membentuk tim P2-HIV/AIDS internal, dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan serta Komisi Penanggulangan AIDS Daerah.
“Hasil tes VCT dijamin kerahasiaannya dan perusahaan memberi jaminan keberlanjutan kerja bagi karyawan dengan status HIV positif,” ucapnya.
Nasirudin menegaskan kesehatan pekerja adalah prioritas utama, dan PetroChina akan terus memperkuat program ini dan memperluas edukasi ke masyarakat sekitar wilayah operasi.
“Perusahaan tidak hanya fokus ke internal. Kami ikut mengedukasi warga agar pemahaman tentang HIV/AIDS semakin baik dan stigma negatif bisa dihilangkan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, PetroChina telah melibatkan berbagai pihak termasuk komunitas dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi untuk menyiapkan program itu. PetroChina juga aktif melakukan kampanye pencegahan ke komunitas. Program menyasar siswa SMA, posyandu remaja, dan kelompok masyarakat di sekitar wilayah kerja.







