Jakarta, Petrominer – Schneider Electric membuka pada program magang (internship) dan inisiatif rekrutmen talenta muda dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kerja sama ini menjadi kemitraan formal pertama Schneider Electric dengan ITS, sekaligus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem talenta masa depan yang mampu menjawab kebutuhan industri modern.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan, menjelaskan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan talenta muda Indonesia agar semakin relevan dengan kebutuhan industri modern.
“Melalui Program Magang Mahasiswa, kami ingin memberikan pengalaman magang yang lebih dalam, terstruktur, dan berbasis kinerja, sehingga mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan akademik mereka langsung pada proses industri yang sesungguhnya,” ujar Martin, Rabu (10/12).
Penandatanganan kerja sama dengan ITS tersebut dilakukan di Schneider Electric Cikarang (SEC) pada 24 November 2025 lalu. Kemitraan ini berlaku untuk seluruh operasi Schneider Electric di Indonesia, termasuk tim komersial serta fasilitas manufaktur Schneider Electric di Batam.
“Ini adalah komitmen Schneider Electric untuk membangun ekosistem talenta yang siap menghadapi era elektrifikasi dan digitalisasi,” tegas Martin.
Dengan kerja sama ini, Schneider Electric membuka kesempatan bagi mahasiswa ITS tingkat akhir, minimal semester enam. Mereka bisa berasal dari jurusan Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Otomasi, maupun Teknik Fisika untuk mengikuti program magang jangka panjang melalui konversi Satuan Kredit Semester (SKS) akademik menjadi penilaian berbasis kinerja melalui pengalaman kerja nyata.
Penyelenggaraan program magang ini memungkinkan mahasiswa ITS mempelajari kurikulum kampus secara langsung melalui penerapan praktis di industri. Pada tahap awal, program akan berfokus pada fungsi-fungsi terkait operasional pabrik, termasuk teknik/engineering, otomasi, dan project engineering, dengan potensi perluasan ke fungsi lain seiring kebutuhan bisnis.
Kurikulum Berbasis Industri
Sebelumnya, Schneider Electric telah menjalin kolaborasi dengan beberapa institusi pendidikan teknik terkemuka di Indonesia. Kemitraan dengan ITS ini menjadi kesinambungan upaya Schneider Electric untuk memperluas akses pendidikan berbasis industri dan memperkuat pengembangan talenta nasional.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof. Nurul Widiastuti, mengatakan kolaborasi ini sekaligus membuka peluang bagi ITS untuk memperkuat kurikulum berbasis industri.
“Penerapan program magang yang dapat dikonversi ke SKS merupakan terobosan penting dalam pendidikan tinggi, karena memungkinkan mahasiswa belajar secara lebih fokus melalui pengalaman nyata di luar kampus,” ungkap Prof. Nurul.
Melalui kerja sama dengan Schneider Electric ini, mahasiswa ITS dapat mengikuti program magang yang lebih panjang, terstruktur, dan mendalam. Dengan begitu, kompetensi mereka semakin siap menghadapi tuntutan dunia kerja.
“Kami menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah relevan dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri,” ucapnya.









Tinggalkan Balasan