, ,

FSPPB: Penggabungan Anak Usaha Menuju “Satu Pertamina”

Posted by

Jakarta, Petrominer – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyambut baik rencana penggabungan tiga anak usaha Pertamina di sektor hilir. Bagi FSPPB, langkah ini merupakan validasi atas visi dan perjuangan yang selama lima tahun terakhir konsisten didorong, yakni menjadikan Pertamina tetap satu entitas utuh yang menjalankan bisnis secara holistik dari hulu hingga hilir.

Rencana penggabungan tiga anak usaha (subholding) Pertamina tersebut diungkapkan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI,  Kamis (11/9). Ketiga entitas bisnis yang bakal dimerger yakni PT Kilang Pertamina International (KPI) atau Subholding Refining & Petrochemical, PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai Subholding Integrated Marine and Logistics, dan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) selaku Subholding Trading and Commercial.

“Penggabungan hilir merupakan langkah awal yang baik, namun perjuangan kami tetap pada reintegrasi total Pertamina sebagai perusahaan negara yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” ujar Presiden FSPPB, Arie Gumilar, Jum’at (12/9).

Dia kembali menegaskan komitmen FSPPB untuk terus mengawal setiap tahapan proses integrasi agar berjalan dengan baik. Ini untuk menjamin hak-hak normatif pekerja, sekaligus memastikan setiap kebijakan strategis benar-benar ditujukan untuk memperkuat Pertamina sebagai perusahaan energi nasional.

“Dengan semangat kolaborasi antara manajemen dan pekerja, FSPPB percaya Pertamina akan tampil lebih kuat, tangguh, dan berdaya saing global demi ketahanan energi nasional dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia,” tegas Arie.

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa FSPPB sejak awal telah menegaskan bahwa model holding–subholding (HSH) tidak efektif, inefisien, dan justru menambah kompleksitas melalui biaya operasional tinggi, transfer pricing, duplikasi fungsi, serta irisan bisnis. Terbukti, fragmentasi ini menghambat sinergi dan daya saing.

Karena itulah, menurut Arie, keputusan untuk kembali mengintegrasikan operasional anak-anak usaha menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola dan efisiensi perusahaan.

Meski demikian, FSPPB menilai penggabungan melalui merger bukanlah satu-satunya jalan. Ada opsi yang lebih cepat dan efisien, yaitu dengan mengembalikan struktur organisasi Pertamina ke dalam bentuk direktorat tanpa membentuk entitas baru.

Tiga direktorat dari tiga entitas hilir yang diusulkan FSPPB adalah Direktorat Pemasaran, yang mengelola bisnis Pertamina Patra Niaga. Direktorat Kilang dan Petrokimia, yang mengelola bisnis Kilang Pertamina Internasional. Direktorat Perkapalan, yang mengelola bisnis Pertamina International Shipping.

Struktur organisasi Pertamina yang diajukan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).

Setelah ketiga direktorat tersebut terbentuk, langkah berikutnya adalah memasukkan Direktorat Hulu, Direktorat New & Renewable Energy (NRE), serta SKK Migas kembali ke dalam struktur Pertamina. Menyusul terakhir pembentukan Direktorat Gas dengan catatan permasalahan kepemilikan saham swasta di subholding gas (yaitu di PGN) bisa di-buyback terlebih dahulu.

“Dengan pendekatan tersebut, proses integrasi dapat berlangsung lebih sederhana, transparan, serta langsung menyelaraskan rantai bisnis hilir Pertamina dalam kerangka visi besar menuju One Pertamina yang terintegrasi dari hulu sampai ke hilir,” ujar Arie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *