, ,

IESR: PLTS Jangan Hanya Dimanfaatkan oleh Industri

Posted by

Jakarta, Petrominer – Pemerintah mulai menempatkan energi surya sebagai strategi penting dalam pemenuhan kebutuhan energi di tingkatan nasional, daerah maupun industri. Institute for Essential Services Reform (IESR) memandang inisiatif ini perlu didukung dan dipastikan berjalan dengan adil.

Manajer Program Akses Energi Berkelanjutan IESR, Marlistya Citraningrum, mengatakan pemanfaatan PLTS di Indonesia berkembang dengan pola berbeda pada setiap skala, mulai dari elektrifikasi desa, kebutuhan industri, hingga pembangkit skala utilitas. Meski demikian, tantangan yang dihadapi relatif serupa, yakni regulasi yang kerap berubah, keterbatasan skema pembiayaan, serta rantai pasok domestik yang masih lemah.

“Dengan potensi lebih dari 7 terra watt (TW), Indonesia punya peluang besar untuk melompat ke masa depan yang lebih hijau. Momentum ini jangan hanya dimanfaatkan industri besar; PLTS harus hadir juga di sekolah, pesantren, UMKM, hingga rumah tangga,” ungkap Marlistya dalam Media Briefing Indonesia Solar Summit 2025, Selasa (2/9).

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025-2034, kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ditargetkan mencapai 17,1 gigawatt (GW). Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga telah meluncurkan program 100 GW PLTS yang dikembangkan secara tersebar di desa-desa.

“IESR memandang rencana dan inisiatif pemanfaatan energi surya ini perlu didukung dan dipastikan berjalan dengan adil, dengan mengatasi berbagai tantangan regulasi, finansial, tata kelola yang berkelanjutan, dan pengembangan rantai pasoknya,” ujarnya.

Indonesia Solar Summit

Untuk memperkuat komitmen, kolaborasi lintas sektor, dan pembelajaran strategis untuk mempercepat integrasi energi surya sebagai pilar utama transisi energi yang berkelanjutan dan kompetitif, IESR bekerja sama dengan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan menyelenggarakan Indonesia Solar Summit (ISS) 2025.  Forum ini merupakan cerminan semangat gotong royong dalam memastikan pemanfaatan energi hijau yang masif dan inklusif.

Marlistya menjelaskan, ISS 2025 akan menyoroti peran partisipasi masyarakat melalui aksi nyata komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku pasar. Selain itu, forum ini juga akan membahas pengembangan energi surya sekaligus mendorong investasi dan inovasi dengan mempertemukan pelaku usaha, penyedia teknologi, dan pembuat kebijakan.

IESR telah melaksanakan ISS sejak tahun 2022. Penyelenggaraan tahun keempat ini bertajuk “Solarizing Indonesia: Powering Equity, Economy, and Climate Action.

ISS 2025 akan digelar tanggal 11 September 2025, dengan fokus pada penguatan komitmen, kolaborasi lintas sektor, dan pembelajaran strategis untuk mempercepat integrasi energi surya sebagai pilar utama transisi energi berkelanjutan yang kompetitif serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *