Jakarta, Petrominer – Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, kembali menekankan pentingnya kenaikan rasio elektrifikasi nasional yang saat ini sudah mencapai 92,8 persen. Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi sebesar 99 persen dalam dua tahun mendatang.
“Rasio elektrifikasi nasional ini harus ditingkatkan sampai hampir 99 persen. Untuk mencapai target yang sudah ditetapkan itu, dalam pelaksanaanya mengunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” ujar Jonan ketika membuka acara Pertambangan dan Energi Expo 2017, Selasa (26/9).
Menurutnya, saat ini masih ada sekitar 2.500 desa yang belum terlistriki. Pemerintah pun sedang berupaya melistriki desa-desa tersebut. Salah satunya dengan cara satu per satu digarap dengan menggunakan independent home solar system.
“Ini menggunakan APBN, masyarakat tidak usah bayar. Dipasang untuk empat lampu yang kira-kira kalau dihitung lumennya sama dengan lampu 60 Watt, serta bisa untuk colokan handphone. Ini akan diselesaikan tahun 2017 dan 2018,” jelas Jonan.
Tidak hanya itu, Pemerintah juga telah menugaskan PT PLN (Persero) untuk melistriki 2.500 desa yang belum terlistriki dan melengkapi 10.000 desa lainnya yang telah terlistriki seadanya dalam dua tahun ke depan. “Kalau ini berhasil, maka tahun 2019 itu electrification ratio-nya hampir mencapai 99%,” tegasnya.
Dalam acara pembukaan Pertambangan dan Energi Expo 2017 itu, Jonan meluncurkan aplikasi monitoring batubara secara online dan peluncuran buku potensi panasbumi di Indonesia jilid I dan II.
Dalam kesempatan itu, Menteri ESDM didampingi Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Kepala Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, serta Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar.
Selain masalah elektrifikasi, Jonan juga menekankan penguatan koordinasi antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan di sektor ESDM. Contohnya masalah perizinan dan pembebasan lahan untuk mendukung investasi dan kegiatan usaha di sektor ESDM.








Tinggalkan Balasan