Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sepakat untuk melanjutkan kerja sama optimalisasi likuiditas perusahaan melalui program Notional Pooling yang dikelola oleh Bank Mandiri. Penandatanganan kesepakatan itu dilakukan oleh Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman serta Direktur Wholesale Banking Bank Mandiri, Royke Tumilaar, di Kantor Pusat Pertamina, Rabu (20/9).
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah dijalin sebelumnya antara Pertamina dan Bank Mandiri, yang diteken pada 15 Agustus 2016.
Notional Pooling merupakan layanan cash management melalui mekanisme konsolidasi saldo Rekening Peserta Pooling yang bertujuan untuk mengoptimalisasi pengelolaan dana.Melalui layanan ini,perusahaan dan anak perusahaan dapat mengoptimalkan likuiditas perusahaan secara konsolidasi, dalam upaya memperbaiki struktur keuangan.
Dengan demikian, apabila terdapat anak perusahaan yang memerlukan likuiditas bisa menggunakan excess liquidity dalam saldo konsolidasi antar entitas di Pertamina Group dengan Notional Pooling, sehingga memberikan manfaat yang cukup signifikan.
Menurut Arief Budiman, kerja sama ini merupakan salah satu upaya perusahaan dalam mewujudkan perbaikan struktur keuangan dan merupakan bagian dari proritas strategis perusahaan. “Harapan kami kerja sama ini akan mendukung tujuan perusahaan menjadi World Class Treasury Center di tahun 2019,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Royke Tumilaar menyambut baik sinergi antara BUMN ini. Dengan layanan Notional Pooling yang didukung kesiapan teknologi, Bank Mandiri optimistis fitur layanan ini dapat memberikan solusi terbaik kepada Pertamina Group. Baik dalam memenuhi kebutuhan modal kerja usaha ataupun meningkatkan efisisien dan efektivitas operasional grup perusahaan.
Selain mendapatkan yield jasa giro yang lebih baik, peserta Notional Pooling juga menggunakan saldo konsolidasi sebagai fasilitas untuk modal kerja atau kegiatan operasional perusahaan Penggunaan atau penarikan fasilitas tersebut pun sangat fleksibel dan kapan saja, selama masih berada di bawah limit defisit yang diperkenankan.
Berdasarkan kesepakatan ini, pesertanya terdiri dari Pertamina dan anak perusahaan, PT Pertamina Patra Niaga. Seiring waktu berjalan, pada 4 Oktober 2016 terjadi penambahan 4 entitas peserta yakni PT Pertamina Retail, PT Pertamina Trans Kontinental, PT Pertamina Training & Consulting dan PT Patra Jasa. Untuk kali ini perjanjian dilakukan addendum kedua dimana dilakukan penambahan 4 anak perusahaan peserta lagi yakni PT Pertamina EP, PT Pertamina Lubricants, PT Pelita Air Service dan PT Pertamina International Shipping.









Tinggalkan Balasan