, ,

PLN Janjikan Kemudahan bagi Pengembang EBT

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) berjanji akan terus memberi kemudahan bagi para pengembang pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT). Apalagi, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengedepankan EBT sebagai sumber energi masa depan.

Kebijakan PLN tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, yang disampaikan usai menyaksikan penandatanganan sejumlah kesepakatan antara PLN dan para mitranya dalam pengembangan EBT, Rabu (13/9).

Jonan mengapresiasi keberhasilan PLN dalam merespon cepat dan suportif terhadap keinginan para pengembang EBT. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah untuk mengedepankan energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) sebagai sumber energi masa depan.

Menurutnya, dalam 10 bulan terakhir sudah ada 700 MW Energi Baru Terbarukan yang ditandatangani di luar panasbumi. Jika dijumlahkan dengan panasbumi, maka sudah ada 1.000 PPA EBT yang telah ditandatangani.

“Ini sebuah prestasi yang membanggakan dan sekaligus wujud nyata dukungan kita untuk penggunaan energi yang bersih,” ungkap Jonan.

Di tahun 2017, total penandatanganan kontrak Power Purchase Agreement untuk Energi Baru dan Terbarukan (EBT) antara PT PLN (Persero) dan Independent Power Producer telah mencapai 60 kontrak dengan total kapasitas 2.797,8 MW. Ini merupakan pencapaian yang baik bagi PLN untuk mewujudkan 23 persen pembangkit EBT di tahun 2026. (PLN)

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyampaikan komitmen PLN untuk terus memberikan kemudahan bagi para pengembang yang berminat dalam energi ramah lingkungan.

Sofyan menyatakan minat para pengembang EBT ternyata sangat bagus dan yang terpenting adalah harga yang ditawarkan juga masuk akal. Hal ini, tegasnya, akan berimbas kepada penekanan Biaya Pokok Pembangkitan (BPP), sehingga bisa menurunkan harga jual listrik ke masyarakat.

“Tujuan kami adalah memenuhi target EBT selaras dengan pemenuhan energi listrik yang terjangkau untuk masyarakat,” tutur Sofyan.

Di tahun 2017, paparnya, total penandatanganan kontrak Power Purchase Agreement (PPA) untuk EBT antara PLN dan Independent Power Producer (IPP) telah mencapai 60 kontrak dengan total kapasitas 2.797,8 mega watt (MW). Ini merupakan pencapaian yang baik bagi PLN untuk mewujudkan 23 persen pembangkit EBT di tahun 2026 mendatang.

Pendanaan Panasbumi

Dalam acara pembukaan The 6th Indo EBTKE ConEx 2017 in conjunction with Bali Clean Energy Forum (BCEF) di Balai Kartini, Jakarta, PLN dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menandatangani Memorandum of Understanding Pendanaan untuk Pengembangan Wilayah Kerja Panasbumi (WKP).

Kerjasama ini dilakukan dalam rangka penyiapan fasilitas pendanaan untuk pengembangan panasbumi mulai dari tahap eksplorasi sampai dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP)  di enam WKP penugasan Pemerintah kepada PLN. Total kapasitas pembangkit ini mencapai 160 MW, dengan estimasi total nilai proyek sebesar US$ 640 juta.

SMI juga akan menyiapkan fasilitas pendanaan untuk WKP penugasan berikut hingga 14 WKP, dengan total kapasitas mencapai 1.000 MW.

Dalam kesempatan yang sama, PLN juga menandatangani MoU tentang Kerjasama Riset Pengembangan & Pemanfaatan Sumber Daya Panasbumi dengan PT Geo Dipa (Persero) dan sejumlah universitas, yakni Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada dan Universitas Trisakti.

MoU ini merupakan kesepakatan untuk melakukan kerjasama di bidang Pendidikan, Penelitian, Penerapan Teknologi, Pengembangan Inovasi dan dalam rangka pengembangan sumber daya panasbumi pada sejumlah WKP.

Penandatanganan MoU tentang Kerjasama Riset Pengembangan & Pemanfaatan Sumber Daya Panasbumi antara PT PLN (Persero), PT Geo Dipa (Persero) dan sejumlah universitas, yakni Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada dan Universitas Trisakti. (PLN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *