Jakarta, Petrominer — Industri dalam negeri semakin banyak yang beralih menggunakan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Salah satu alasannya adalah gas bumi lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya. Hal inilah yang mendorong PGN untuk memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai sektor pengguna.
Harga bahan bakar solar yang semakin mahal memang telah mendorong sejumlah industri beralih menggunakan sumber energi yang lebih efisien. Seperti yang dilakukan PT Aston Prima Raya, yang berkedudukan di Karawang, Jawa Barat.
“Alasan kami beralih karena harga solar lebih mahal. Kami pakai gas bumi untuk bahan bakar tungku mixing aspal,” kata Kepala Produksi Aston Prima Raya, Miko, Rabu (25/1).
Hal yang sama juga dilakukan PT Sampoerna Printpack, yang berlokasi di Jakarta Timur. Produsen Aerosol ini beralih dari LPG ke gas bumi yang dipasokan PGN. Perusahaan ini memperkirakan dapat menghemat biaya bahan bakar hingga 60%.
“Kami baru saja menyelesaikan pekerjaan gas in atau pengaliran gas bumi pertama ke Sampoerna Printpack. Jika dibandingkan penggunaan bahan bakar gas lain seperti LPG, Sampoerna Printpack akan menghemat kurang lebih 60% dari sisi harga bahan bakar saja,” kata Sales Area Head PGN Jakarta, Sabaruddin.
Seperti diketahui, kompetisi global saat ini telah membuat industri-industri nasional dituntut untuk dapat efisien. Beralih ke gas bumi merupakan salah satu langkah tepat karena dibandingkan bahan bakar lainnya, gas bumi lebih efisien serta ramah lingkungan dan mudah penggunaannya.
“Industri-industri nasional semakin banyak yang beralih ke gas bumi. Kompetisi global menuntut industri nasional untuk meningkatkan mutu dan efisiensi,” kata Vice President Corporate Communication PGN, Irwan Andri Atmanto.
Namun, gas bumi tidak akan dapat dinikmati industri tanpa dibangunnya infrastruktur pipa. Karena itulah, sudah menjadi komitmen bagi PGN terus membangun infrastruktur gas bumi dan membuka kawasan baru pengguna gas bumi.
“Total pipa gas hilir PGN saat ini lebih dari 7.278 kilometer. Ini setara dengan 80% infrastruktur gas bumi hilir seluruh Indonesia. Tapi jumlah ini belum cukup. Masih banyak daerah yang belum terjangkau infrastruktur gas bumi, dan PGN akan terus agresif membangun infrastrutkur gas bumi di Indonesia,” ungkap Irwan.
Sampai saat ini, PGN telah memasok gas bumi ke 1.652 industri dan pembangkit listrik, selain itu PGN juga memasok gas bumi ke lebih dari 1.920 pelanggan komersial dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta memasok ke lebih dari 200.000 pelanggan rumah tangga.









Tinggalkan Balasan