Jakarta, Petrominer — PT PLN (Persero) diminta memberikan kepastian tarif listrik jangka panjang. Kepastian besaran tarif ini diperlukan para investor sebelum memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia.
“Investor butuh kepastian tarif listrik jangka panjang. Ini yang membuat mereka tertarik untuk berinvestasi di sini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ketika membuka acara Forum Bisnis PLN dengan Stakeholder, Jum’at (21/7).
Darmin juga mengatakan, dengan adanya proyek pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW), maka pasokan listrik lebih besar dari kebutuhan. Dengan demikian, bukan saatnya lagi berbicara soal kekurangan pasokan listrik, tetapi bagaimana membuat tarif listrik bisa terus stabil.
“Listrik akan makin cukup bahkan berlebih. Ini saatnya bicara jangka panjang, sehingga tarif listrik lebih stabil,” paparnya.
Salah satu hal yang bisa membuat tarif listrik bisa stabil dalam jangka panjang adalah dengan memastikan ketersediaan bahan baku untuk pembangkit, yaitu batubara. Hal ini sebenarnya bukan hal yang sulit dilakukan mengingat Indonesia memiliki banyak cadangan batubara.
“Kita perlu bicara untuk bahan baku primer seperti batubara, sehingga tarif listrik kita tidak perlu ikut harga internasional,” kata Darmin.
Infrastruktur Listrik
Dalam kesempatan itu, Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati menyampaikan paparan mengenai Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan dan Strategi PLN untuk Memenuhi Permintaan Kebutuhan Listrik dari 2017-2026.
Dijelaskan komitmen PLN adalah untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Indonesia melalui penyedian infrastruktur ketenagalistrikan. Hal ini dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas layanan kelistrikan dengan terus berbenah demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Sejumlah infrastruktur ketenagalistrikan juga disiapkan PLN melalui Program 35.000 MW.
Semenjak Program 35.000 MW dicanangkan pada tahun 2015 lalu, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan terus mengalami kemajuan. Hal ini terlihat dari tercukupinya cadangan daya yang ada di sistem besar kelistrikan Indonesia dan tidak adanya defisit listrik di sistem tersebut.

“Untuk itu, PLN siap mendukung masuknya investasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” jelas Nicke.








Tinggalkan Balasan