Bandung, Petrominer — Pemanfaatan potensi sumber daya alam setempat untuk membangkitkan energi listrik ternyata sudah berlangsung sejak lama sekali. Ini masih masih terawat dengan baik dan terus ditingkatkan oleh PT PLN (Persero).
Contohnya, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lamajan yang terletak di Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. PLTA ini telah ada sejak zaman Belanda. Dibangun pada tahun 1922 dan mulai beroperasi tahun 1925.
Uniknya, sampai sekarang PLTA ini tidak pernah bermasalah. Baru. Dan baru sekali direnovasi, itu pun untuk peningkatan kapasitas pada tahun 1993 lalu.

Petrominer berkesempatan mengunjungi PLTA yang dioperasikan oleh anak usaha PLN, yakni PT Indonesia Power. Pembangkit ini terdiri atas 3 unit (turbin dan generator), dengan masing-masing berkapasitas 6,5 MW.

PLTA Lamajan terhubung dengan dua PLTA lainnya, yaitu Plengan, dan Cikalong dengan kapasitas terpasang masing-masing 6,87 MW. Lokasinya terletak sekitar 33 km dari pusat Kota Bandung dan memanfaatkan energi air dari Situ Cipanunjang (yang mendapat suplesi dari sungai Cilaki), Situ Cileunca (yang mendapat suplesi dari Situ Cipanunjang, Sungai Cilaki Beet dan Cibuniayu), Sungai Cisangkuy dan Cisaruy.
Ketiga PLTA ini merupakan bagian dari Unit Pembangkitan Saguling, yang memiliki total kapasitas 797,36 MW. UP Saguling terdiri dari delapan PLTA ini menyumbang 13 persen dari total pembangkit EBT milik PLN.










Tinggalkan Balasan