, ,

Teknologi AI untuk Perkuat Marine Engineering Services

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Marine Engineering (PME) memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung jasa marine engineering di sektor hulu migas. Dalam implementasinya, anak usaha PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) ini menggandeng perusahaan asal Vietnam, yakni FPT Corporation.

Rencana kolaborasi ini ditandai dengan penandatangan kerja sama (signing ceremony) antara Direktur PME, Heri Santika Permana, dan CEO FPT Software Indonesia, Nguyen Huang Tung, di acara 70th Anniversary of Indonesia-Vietnam Diplomatic Relations: High-Level Business Dialoque Indonesia-Vietnam di Jakarta awal Maret 2025 lalu. Penandatanganan dokumen kerja sama disaksikan langsung oleh COO FPT Corporation, Nguyen Khai Hoan.

Heri mengungkapkan kerja sama yang dilakukan PME ini merupakan upaya korporasi dalam menyikapi potensi bisnis di sektor hulu migas di Indonesia.

“Kerja sama ini menjadi penting bagi PME untuk pertumbuhan dan ekspansi bisnis kedepannya. Mengingat FPT memiliki jaringan mitra internasional yang memungkinkan kami untuk masuk ke pasar tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Heri menjelaskan kerja sama strategis antara PME dan FPT Indonesia selaku mitra PT Enygma Techologies dalam pengembangan teknologi AI ini mencakup penggunaan teknologi kecerdasan buatan guna mengoptimalkan inspeksi dan pemeliharaan aset. Proyek ini akan berfokus pada dua aspek utama, yaitu meningkatkan keandalan aset dan memperkuat keselamatan di lingkungan kerja.

“Teknologi AI tersebut diterapkan pada platform Subholding Upstream Pertamina dalam menganalisis data yang diperoleh dari drone untuk mendeteksi berbagai anomali, kebocoran, serta kerusakan struktural guna memastikan integritas aset lepas pantai tetap terjaga,” paparnya.

Selain itu, di lokasi pengeboran, sistem berbasis AI akan digunakan untuk memantau kepatuhan terhadap peraturan penggunaan alat pelindung diri (APD). Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan risiko serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan terjamin.

Atas implementasi teknologi AI tersebut, layanan marine engineering yang diberikan PME kepada customer menjadi lebih efisien karena sebagian aktivitas monitoring dilakukan secara jarak jauh. Selain itu, teknologi ini juga mampu memberikan data yang lebih akurat dan real time karena hasil monitoring dapat dipantau langsung melalui dashboard secara online.

Kerja sama dengan teknologi provider seperti FPT merupakan upaya PME untuk meningkatkan standar layanan dan mendukung pertumbuhan bisnis. Kerja sama ini kami harapkan dapat mengatasi berbagai tantangan industri kedepan terkait teknologi. Juga memperluas pasar mulai dari Hulu Migas Indonesia hingga Internasional.

Sementara Nguyen menyampaikan FPT dapat menyediakan sistem teknologi dan bisnis yang akan membawa kedua belah pihak bersama ke skala Internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *