,

ICP Kembali Melemah

Posted by

Jakarta, Petrominer — Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Maret 2017 mulai melemah dibandingkan bulan sebelumnya. Pergerakan turun juga dialami harga minyak mentah Indonesia dari hasil perhitungan Formula ICP (Indonesian Crude Prices).

Berdasarkan Laporan Perkembangan Pasar Minyak bulan Maret 2017 dari SKMIGAS, yang diterima Petrominer, Jum’at (7/4), harga minyak mentah Indonesia mengalami penurunan dibandingkan Pebruari 2017.

ICP (yang terdiri dari 43 jenis) turun US$ 3,74 per barel dari US$ 53,36 per barel menjadi US$ 49,62 per barel. Penurunan serupa juga terjadi pada harga rata-rata ICP SLC, yang turun US$ 379 per barel dari US$ 52,50 per barel menjadi US$ 48,71 per barel.

Penurunan harga minyak mentah Indonesia dan minyak mentah utama lainnya di kawasan Asia Pasifik dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah berita anjloknya permintaan minyak di Jepang, yang turun 132 ribu barel per hari (bph) menjadi 3.872 ribu bph. Harga juga dipengaruhi oleh laporan mengenai tingkat konsumsi minyak di India turun202 ribu bph menjadi 4.338 juta bph.

Sejalan dengan itu, harga minyak mentah utama di pasar internasional juga mengalami penurunan. Brent (ICE) turun US$ 3,46 per barel dari US$ 56,0 per barel menjadi US$ 52,54 per barel. WTI (Nymex) turun US$ 3,79 per barel dari US$ 53,46 per barel menjadi US$ 49,6 per barel. Basket OPEC turun U$3,06 per barel dari US$ 53,37 per barel menjadi US$ 50,31 per barel.

Penurunan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya laporan International Energy Agency (IEA) Maret 2017 yang menyebut adanya peningkatan produksi minyak dunia pada bulan Pebruari 2017 dibandingkan Januari 2017 sebesar 0,26 juta bph menjadi 96,52 juta bph. OPEC juga merevisi naik proyeksi produksi minyak negara-negara Non-OPEC kuartal I dan II 2017, masing-masing sebesar 0,2 juta bph menjadi 57,8 juta bph dan 0,22 juta bph menjadi 57,26 juta bph.

“Produksi minyak Libya meningkat menjadi diatas 700 ribu bph dengan beroperasinya kembali 2 (dua) pelabuhan ekspor utama Libya,” tulis laporan SKK Migas itu.

Terus Melemah

Untuk bulan April 2017, harga diperkirakan masih melemah karena terus meningkatnya stock minyak mentah komersial dan produksi minyak mentah di Amerika Serikat.

Namun, harga bisa saja kembali menguat karena negara-negara OPEC dan Non-OPEC terus mengurangi tingkat produksi sesuai kesepakatan yang dicapai Desember 2016 lalu. Harga juga akan terdorong karena berlanjutnya sentimen positif pasar atas potensi perpanjangan periode kesepakatan antara negara-negara OPEC dan Non-OPEC tersebut.

Sepanjang April 2017, harga rata-rata minyak mentah Indonesia berkisar antara US$ 47,00 – 52,00 per barel, harga rata-rata WTI (Nymex) berkisar antara US$ 49,00 – 54,00 per barel, dan harga rata-rata Brent (ICE) berkisar antara US$ 52,00 – 57,00 per barel.

Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *