Manggarai Barat, Petrominer – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, mengungkapkan bahwa potensi energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki NTT bisa menjadi modal dalam menjalankan transisi energi. Karena itulah, Pemerintah Daerah NTT memberikan dukungan penuh kepada PT PLN (Persero) untuk mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan dengan memaksimalkan potensi yang ada di NTT.
“Dengan dukungan PLN, Provinsi ini akan menjadi salah satu yang terkaya di Indonesia pada 15–20 tahun mendatang. Karena kalau renewable energy menjadi panduan untuk energi masa depan, maka NTT salah satu lumbung dari EBT,” ungkap Viktor, Rabu (17/5).
Menurutnya, salah satu potensi EBT yang bisa dikembangkan untuk pembangkit listrik adalah panas bumi di Ulumbu. Pemda NTT telah mendiskusikan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu secara langsung dengan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, di sela-sela penyelenggaraan KTT ASEAN di Labuan Bajo beberapa hari lalu.
Dia pun menilai, proyek pengembangan panas bumi perlu terus didorong sebagai alternatif mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi karbon.

“Saya meminta masyarakat untuk mendukung keseriusan pemerintah melalui PLN dalam mengolah potensi panas bumi di Pulau Flores, termasuk pengembangan PLTP Ulumbu. Saya harapkan seluruh komponen ikut terlibat untuk membantu sehingga program ini berjalan lancar,” tegas Viktor.
Malahan, dia menegaskan bahwa ketersediaan listrik bersih akan membuka potensi pengembangan ekonomi seluruh masyarakat NTT. Termasuk sektor pariwisata yang punya potensi besar untuk jadi destinasi dunia seperti Labuan Bajo.
“Orang tidak mau masuk hotel kalau energi listriknya bersumber dari energi fosil. Pengembangan PLTP Ulumbu adalah bagian dari upaya kita membenahi ini semua,” ujar Viktor.
Hal ini sejalan dengan rencana PLN untuk mengembangkan PLTP Ulumbu di Poco Leok, Manggarai. PLTP ini diproyeksikan mampu memenuhi peningkatan permintaan listrik di NTT dan juga meningkatkan pasokan energi bersih nasional.
Menurut General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Abdul Nahwan, saat ini kebutuhan energi listrik di NTT mengalami pertumbuhan cukup pesat. Ini menjadi alasan bahwa penambahan pasokan listrik, khususnya dari pembangkit EBT, sangat dibutuhkan.
“Pemanfaatan potensi panas bumi PLTP Ulumbu ini sejalan dengan roadmap percepatan peningkatan bauran EBT nasional demi mencapai NZE pada tahun 2060. Adapun rencana pengembangan PLTP Ulumbu unit 5 dan 6 ini berkapasitas total 40 megawatt,” jelas Nahwan.
Saat ini, pembangunan perluasan PLTP Ulumbu telah memasuki tahap survei dan pembebasan lahan. Sebelumnya, PLN telah mengoperasikan PLTP Ulumbu unit 1-4 dengan kapasitas total 10 MW.
Nahwan menjelaskan bahwa kehadiran PLTP menjadi sangat penting karena sifatnya sustainable yaitu dapat menghasilkan energi berkelanjutan sehingga tersedia untuk jangka waktu yang panjang. Energi ini juga reliable yakni tidak tergantung pada kondisi cuaca.
“Berbeda dengan PLTS dan PLTB, PLTP ini tidak bersifat intermittent, sehingga akan lebih andal bagi sistem kelistrikan. Keunggulan lain energi panas bumi adalah direct use atau dapat dipakai langsung ke pengguna akhir. Kemudian dapat menciptakan lapangan kerja, tidak ada polusi dan ramah lingkungan,” ungkapnya.









Tinggalkan Balasan