Jakarta, Petrominer – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT United Tractors Tbk. (UNTR) menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp 6.185 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp 22,5 triliun. Pembagian dividen ini merupakan bagian dari penggunaan laba bersih konsolidasian tahun buku 2022 yang mencapai Rp 21,0 triliun.
Besaran dividen final ini menjadikan total dividen UNTR selama tahun 2022 menjadi Rp 7.003 per saham atau seluruhnya mencapai Rp 25,5 triliun. Termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 818 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp 3 triliun yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2022 lalu.
“Sisanya sebesar Rp 6.185 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp 22,5 triliun akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 2 Mei 2023 pukul 16.00 WIB, dan akan dibayarkan pada 12 Mei 2023,” ungkap Corporate Secretary UNTR, Sara K. Loebis, usai RUPST yang digelar, Rabu (12/4).
Total dividen ini lebih besar dibandingkan laba per saham atau earning per share UNTR yang sebesar Rp 5.679 per saham. Menurut Sara, dana untuk dividen ini akan berasal dari keuntungan yang diperoleh tahun 2022 dan juga dari kas yang ada di perusahaan.
Total dividen yang dibayarkan UNTR juga lebih besar dari laba perseroan sepanjang tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp 21 triliun. Meski begitu, perolehan laba UNTR tahun lalu melesat 104 persen dari capaian tahun 2021 yang sebesar Rp 10,27 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan, UNTR saat ini tercatat memiliki saldo laba dicadangkan sebesar Rp 71,1 triliun di akhir 2022. Jumlah saldo laba dicadangkan ini naik 25,94 persen dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 56,4 triliun.
UNTR juga membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 123,6 triliun pada tahun 2022. Pendapatan ini meningkat 55,56 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 79,46 triliun. Pendapatan ini berasal dari pendapatan mesin konstruksi sebesar Rp 51,84 triliun, kontraktor penambangan Rp 54,6 triliun, penambangan batubara Rp 34 triliun, penambangan emas Rp 7,65 triliun, industri konstruksi Rp 1,03 triliun, dan energi sebesar Rp201 miliar.
UNTR juga berhasil mencatatkan peningkatan laba setelah pajak yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp 21 triliun. Laba bersih ini meningkat 104,34 persen, dari Rp 10,2 triliun yang diperoleh tahun 2021.









Tinggalkan Balasan