Bank Sampah PLN Libatkan 53 Ribu Warga

Posted by

Surabaya, Petrominer — PT PLN (Persero) mengajak masyarakat untuk peduli sampah dan lingkungan melalui program bayar rekening listrik pakai sampah. Ini merupakan salah satu wujud komitmen BUMN itu dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PLN bersama dengan Kelompok pecinta lingkungan meresmikan Bangunan Bank Sampah Induk Kota Surabaya, Mataram dan Yogjakarta. Acara peresmian Bank Sampah Induk di tiga kota ini dipusatkan di Bank Smapah Induk Surabaya, Jl Ngagel Timur, Surabaya, Selasa (7/3).

Peresmian dilakukan oleh Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tuti Hendrawati Mintarsih, dan didampingi oleh Direktur Human Capital Management PLN, Muhammad Ali.

Ada sejumlah aspek yang ditekankan dalam peresmian bank sampah ini, yakni untuk membantu pemda dalam mengurangi volume sampah, merubah cara pandang dan prilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, serta mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Ketiga bank sampah induk yang diresmikan adalah:

1. Bank Sampah Induk Surabaya. Saat ini memiliki 205 Bank Sampah Unit dimana sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 65 ton perbulan.
2. Bank Sampah Gemah Ripah Yogyakarta. Bank sampah yang terletak di Badegan Bantul ini telah berhasil memiliki 127 Bank Sampah Unit binaan, dan setiap bulannya mengumpulkan 25 ton sampah.
3. Bank Sampah NTB Mandiri. Meski tergolong baru, namun bank sampah NTB setiap bulannya mampu menghasilkan 3,5 ton sampah dari 5 unit bank sampah yang dimiliki.

 

Dengan peresmian bangunan bank sampah induk ini, PLN telah memiliki 5 bank sampah induk dengan total nasabah sebanyak 53.550 nasabah. Semua fasilitas itu berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 337 ton perbulan untuk di reduce, rescycle dan reuse.

PLN juga memberikan bantuan pembangunan kantor, mobil pengangkut sampah dan juga gudang pengolahan sampah sekaligus penguatan manajemen operasional

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tuti Hendrawati Mintarsih, didampingi Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero), Muhammad Ali, melakukan peninjauan Bank Sampah Induk Surabaya, Jawa Timur. Selasa (7/3)..

Pembayaran Rekening Listrik

Dalam peresmian ini juga dikenalkan lagi cara pembayaran rekening listrik dengan menggunakan sampah. Langkah ini diharapkan memacu semangat warga untuk lebih giat mengumpulkan sampah serta bergabung dengan bank sampah yang telah ada

Mekanisme pembayaran listrik menggunakan sampah ini sangatlah mudah. Warga hanya membawa sampah ke bank sampah lalu ditimbang. Setelah itu berat sampah yang ditimbang dinominalkan dalam bentuk uang. Dari jumlah itulah kemudian dimasukkan ke rekening Bank Sampah yang sudah dimiliki warga. Dari hasil penjualan sampah tersebut, akan digunakan untuk membayar biaya rekening listrik di masing-masing rumah warga yang bersangkutan.

“Lingkungan bersih dan listrik terbayarkan, yang paling utama, melalui sampah masyarakat juga bisa menabung untuk keperluan sehari-hari,” ujar Muhamad Ali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *