London, Petrominer – Royal Dutch Shell (Shell) mendominasi volume kontrak impor LNG jangka panjang yang ditandatangani oleh perusahaan pembeli utama pada tahun 2022 lalu. Menurut GlobalData, Shell telah menandatangani kontrak pasokan LNG dengan kapasitas 6,7 juta ton per tahun (mtpa).
Dalam laporannya berjudul “Long-Term LNG Contracts Review Analytics by Region, Contracts and Companies, 2022,” GlobalData mengungkapkan bahwa kontrak jangka panjang terbesar yang ditandatangani Shell pada tahun 2022 adalah dengan Mexico Pacific Limited LLC untuk pengadaan LNG sebanyak 2,6 mtpa.
Grup ENN menempati posisi kedua dengan menandatangani kontrak LNG untuk kapasitas 3,3 mtpa. Sementara Chevron dan ExxonMobil menandatangani kontrak untuk mengimpor masing-masing 3,0 mtpa LNG.
“Perusahaan-perusahaan energi optimis terhadap permintaan LNG jangka panjang karena adanya upaya dekarbonisasi dan peran gas alam sebagai jembatan dalam transisi energi. Penandatanganan kontrak jangka panjang juga membantu perusahaan untuk melakukan lindung nilai terhadap harga LNG yang fluktuatif dan jaminan kepastian pasokan,” tulis analis migas GlobalData, Himani Pant Pandey, dalam laporan tersebut yang diperoleh PETROMINER, Kamis (12/1).
Di antara perusahaan penjual, Venture Global LNG menandatangani kontrak LNG jangka panjang dengan volumen tertinggi, yakni total 11,0 mtpa. Energy Transfer Partners LP dan NextDecade Corporation mengikuti masing-masing dengan 7,9 mtpa dan 6,3 mtpa.
“Perusahaan-perusahaan dari AS seperti Venture Global LNG memimpin penandatanganan kontrak LNG jangka panjang pada tahun 2022, saat AS mengalami penambahan kapasitas gasifikasi yang signifikan sehingga menciptakan banyak peluang untuk ekspor,” tulis Himani menyimpulkan.










Tinggalkan Balasan