Jakarta, Petrominer – Lapangan Jatibarang di Indramayu, Jawa Barat, jadi lapangan migas pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) dengan injeksi C02. Selanjutnya, beberapa lapangan migas lainnya telah siap menyusul untuk mengimplementasikan teknologi serupa.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, menyatakan injeksi CO2 untuk enchance oil recovery/enhance gas recovery (EOR/EGR) rencananya akan dilakukan di berbagai lapangan migas yang memiliki potensi dekarbonisasi. Salah satunya adalah lapangan Sukowati di Bojonegoro, Jawa Timur.
“Lapangan Sukowati merupakan one of the best candidate untuk pilot injeksi CO2. Sukowati tekanannya lebih tinggi, tidak sekomplek di lapangan Jatibarang,” ungkap Tutuka, Jum’at (28/10).
Selain Lapangan Sukowati, lapangan migas lainnya yang dibidik untuk dilakukan injeksi CO2 adalah Gundih, Ramba Subang, Akasia Bagus dan Betung. Lapangan-lapangan migas tersebut dikelola Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan potensi dekarbonisasi di kisaran 15 juta ton carbon equivalen.
Menurutnya, uUntuk kawasan Asia Tenggara, injeksi CO2 juga dilakukan telah diimplementasikan di Rang Dong, Vietnam. Hasilnya cukup baik dengan peningkatan produksi yang diperoleh sekitar 1,5 kali.
“Injeksinya seperti ini juga, satu sumur dan bisa naik (produksinya) 1,5 kali. Dia lebih susah pengadaan CO2-nya, tapi berhasil naik 1,5 kali lipat,” ungkap Tutuka.
Berdasarkan studi yang telah dilakukan Lemigas Kementerian ESDM dan studi lainnya, Indonesia memiliki potensi storage sekitar 2 Giga Ton CO2 pada depleted reservoir migas yang tersebar pada beberapa area dan sekitar 10 Giga Ton CO2 pada saline aquifer di West Java dan South Sumatera Basin.
Hasil kajian lain yang dilakukan oleh ExxonMobil memperkirakan potensi storage jauh lebih besar yaitu sekitar 80 Giga Ton CO2 pada saline aquifer. Sementara dari hasil kajian Rystad Energy memperkirakan lebih dari 400 Giga Ton CO2 pada reservoir migas dan saline aquifer Indonesia.
“Untuk mengeksplor lebih lanjut, saat ini Ditjen Migas sedang menyiapkan tim untuk memetakan potensi potensi kapasitas CO2 storage di Indonesia yang nantinya akan melibatkan berbagai pihak termasuk SKK Migas dan Pertamina,” ujar Tutuka.








Tinggalkan Balasan