Jakarta, Petrominer – Eaton meluncurkan solusi pengelolaan daya terbaru untuk mendukung transisi energi ramah lingkungan di Asia Pasifik (APAC). Solusi tersebut meliputi solusi electric vehicle charging infrastructure (EVCI) dan xStorage untuk battery energy storage systems (BESS) yang dirancang khusus untuk lingkungan bisnis dan operasional.
Vice President Eaton Asia TImur, Jimmy Yam, mengatakan elektrifikasi ekonomi telah menciptakan peluang baru bagi bisnis dan konsumen untuk memproduksi energinya sendiri. Selanjutnya, digunakan kembali sehingga energi dapat mengalir melalui grid ke arah yang lebih banyak dan melalui lebih banyak perangkat dari sebelumnya.
“Ketika kami mengintegrasikan energi baru terbarukan (EBT) ke dalam grid, tantangan utama kami adalah menyeimbangkan variabilitas dengan always-on demand,” ujar Jimmy, Senin (24/10).
Menurutnya, sistem daya yang fleksibel dan cerdas akan menjadi kunci untuk mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan. Lebih dari sekedar memastikan daya yang handal dan biaya yang terkelola, solusi ini juga dapat membantu bisnis menavigasi tantangan transisi dalam mengadopsi alternatif yang lebih ramah lingkungan, baik untuk memenuhi syarat regulasi yang kerap berubah maupun bersiap untuk menghadapi perubahan permintaan di masa depan.
Sebagai bagian dari misinya menuju transisi energi yang lebih luas, perusahaan global dalam pengelolaan energi ini juga telah menjalin kemitraan dengan Sustainable Tropical Data Centre Testbed (STDCT) Singapura. Kolaborasi ini sebagai upaya untuk mendorong pengembangan solusi yang inovatif dan berkelanjutan bagi data centre di daerah tropis.
“Solusi transisi energi terbaru kami menjawab isu-isu yang dihadapi oleh bisnis dalam perjalanannya menuju masa depan karbon rendah. Kami berharap dapat mendukung lebih banyak organisasi di APAC turut serta dalam transisi energi melalui solusi ini dan kolaborasi yang berkelanjutan dengan industri yang lebih luas,” ungkap Jimmy.
Didukung oleh kebijakan pengembangan berkelanjutan dan insentif dari pemerintah, jumlah kepemilikan kendaraan listrik meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Para pembuat kebijakan di seluruh dunia memahami pentingnya memiliki infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang andal dan mudah diakses dalam mendukung adopsi kendaraan listrik yang terus tumbuh.
Untuk membantu pemilik gedung dan pengembang mempersiapkan diri menghadapi peraturan dan permintaan di masa depan, Eaton telah memperkenalkan jajaran solusi pengelolaan daya dan pengelolaan digital EVCI yang komprehensif. Solusi tersebut dikembangkan berdasarkan teknologi dan pengalaman Eaton di Eropa dan Amerika, yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan peluang di wilayah APAC.
“Jajaran solusi EVCI terbaru ini membantu pengelola gedung dan operator armada kendaraan listrik mengoperasikan infrastruktur kendaraan listrik secara mudah dan fleksibel,” jelas Jimmy.
Dia memberi contoh Solusi AC (alternating current), DC (direct current) dan prefabricated EV charging station. Ada juga Cloud-based EV charging software untuk membantu operator pengisian daya mengoptimalkan biaya, mengelola pendapatan dan memiliki kendali penuh atas seluruh jaringan pengisian daya.

Ketika diintegrasikan dengan sistem penghasil EBT, solusi ini memungkinkan gedung untuk mengurangi biaya dalam mengoperasikan EVCI secara signifikan serta membuka peluang untuk menciptakan pendapatan tambahan dari EVCI. Komponen penting dalam sistem penghasil EBT adalah Battery Energy Storage System (BESS). BESS dapat menyimpan dan merilis energi yang dibutuhkan, sehingga membantu untuk mengelola kompleksitas jaringan daya, seperti alur daya dua arah dan variabel dari EBT.
Lebih lanjut, Jimmy menjelaskan bahwa peluncuran solusi EVCI dan xStorage BESS Eaton dikembangkan berdasarkan hasil riset Eaton tentang karbon rendah dan pengembangan untuk industri data center. Pada Juni 2022 lalu, Eaton bergabung dalam proyek STDCT Singapura sebagai anggota konsorsium.
Diluncurkan pada Juni 2021, STDCT adalah testbed data center pertama di dunia di wilayah tropis. Melalui proyek ini, para peneliti dari National University of Singapore (NUS) and Nanyang Technological University Singapore bertujuan untuk mengembangkan solusi pendinginan yang inovatif dan berkelanjutan bagi data center yang beroperasi di lingkungan bersuhu tinggi dan lembap.
Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Eaton akan menyediakan solusi pengelolaan daya untuk data center, seperti UPS, baterai lithium-ion dan sistem busway dengan jumlah hampir S$ 300.00 bagi STDCT. Solusi tersebut, yang dirancang untuk bekerja di lingkungan tropis tanpa intervensi pendinginan tambahan, akan digunakan untuk mendukung penyediaan daya cadangan untuk laboratorium percobaan STDCT.









Tinggalkan Balasan