, , ,

Wow, Program PFsains Tahun Ini Dibuat Beda

Posted by

Jakarta, Petrominer – Pertamina Foundation kembali menggelar kegiatan PFsains tahun 2022. Kali ini, PFsains dibuat berbeda dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, karena didukung oleh New Venture PT Pertamina (Persero).

Menurut Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, selain mendapatkan dana bantuan implementasi prototipe total miliaran rupiah, pembekalan dan pendampingan, inovasi energi terbaik dari kegiatan ini akan disinergikan dengan bisnis subholding Pertamina.

“Inovasi terbaik tersebut akan dikembangkan menjadi businesspreneur yang akan diinkubasi dan diakselerasi dengan pitching secara khusus dalam program 1-2 tahun di bawah mentoring dan pendanaan khusus hingga bisnis tersebut berhasil. Tidak hanya itu, proyek terpilih akan ditindaklanjuti untuk menjadi rintisan Desa Energi Berdikari dan showcase G20,” ujar Agus usai acara launching PFsains 2022, Rabu (25/5).

Program PFsains merupakan ajang kompetisi kreativitas pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melalui kegiatan penelitian dan atau praktik-praktik inovasi teknologi EBT dan ekosistem pendukung tercapainya Net Zero Emissions (NZE). PFsains dibuka pada tanggal 25 Mei 2022 hingga 25 Juni 2022 dengan tema “Innovative Green Technopreneur Competition”. Terdapat dua kategori yang dikompetisikan, yaitu Ideanation dan Implementation.

Launching PFsains 2022 dilakukan oleh SVP Strategy & Invesment PT Pertamina (Persero) Daniel Purba. Dua tahun berjalan, PFsains berhasil diikuti total 600 peserta proposal proyek EBT dan terpilih 7 pemenang. Salah satunya berhasil tampil di pameran kancah internasional, yaitu motor listrik karya Arfie Ikhsan yang tampil di pameran MotoGP Mandalika 2022. Sementara itu, proyek PFsains lainnya berhasil menjadi sumber energi yang dapat diandalkan di wilayah 3T, salah satunya proyek Affordable and Adaptive PWM Solar Energy Management (APSEM) karya Tiyo Avianto. Karya Tiyo berhasil menerangi 100 rumah masyarakat Desa Loburui, Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur.

“PFsains telah menunjukan keberhasilannya dengan berbagai proyek energi baru terbarukan yang sangat membanggakan. Besar harapan saya di tahun 2022, semakin banyak prototype yang bisa kami implementasikan segera untuk menjamin ketersediaan energi di wilayah 3T dan tentunya mempercepat target nol emisi karbon demi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Agus.

Lebih lanjut, dia juga mengatakan bahwa PFsains menjadi jawaban terhadap tantangan isu perubahan iklim. Tidak hanya PFsains, melainkan juga Blue Carbon Initiative yang sudah berjalan.

“Isu perubahan iklim adalah urgensi yang harus segera ditanggapi lewat inovasi dan solusi nyata. Inilah tantangan yang dijawab melalui Blue Carbon Initiative dan PFsains yang berjalan seiringan. Blue Carbon Initiative sedang berjalan, di mana pemetaan, analisis potensi dan risiko dengan para ahli, dan MoU dengan mitra dari Pertamina Grup maupun eksternal sudah dilaksanakan. Begitu juga hari ini, PFsains resmi dibuka untuk akademisi, praktisi, dan peneliti,” ujar Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *