Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) kembali mendapatkan kepercayaan untuk menyuplai daya listrik sebesar 1.026 megavolt ampere (MVA) ke lima pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di Sulawesi. Langkah ini guna mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah bagi produk tambang dalam negeri lewat hilirisasi mineral.
Tidak hanya itu, PLN juga memastikan bakal memenuhi kebutuhan listrik industri smelter tersebut dengan energi hijau. Terlebih, potensi EBT di wilayah Sulawesi terbilang sangat melimpah, mulai dari sumber daya air, panasbumi, tenaga bayu, dan lainnya.
Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua PLN, Adi Priyanto, menyatakan smelter merupakan salah satu proyek strategis untuk mendukung hilirisasi mineral di Indonesia. Karena itu, PLN berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik dan memberikan pelayanan terbaik untuk industri smelter.
“Industri smelter merupakan hilirisasi mineral yang membutuhkan energi listrik yang sangat besar dan PLN siap memenuhinya dengan pasokan listrik yang andal, berkualitas, dan harga yang kompetitif,” ujar Adi, Rabu (6/4).
Pasokan listrik yang handal, berkualitas, dan berharga kompetitif telah dirasakan oleh PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNI) yang menambah daya sebesar 90 MVA melalui penandatanganan surat perjanjian jual beli tenaga listrik (SPJBTL) dengan PLN, Selasa (5/4).
Pada kesempatan yang sama, empat perusahaan smelter juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) penyambungan baru konsumen tegangan tinggi smelter dengan PLN dengan total daya 936 MVA. Mereka adalah PT Celebessi Metalindo Utama (CMU), PT Buttatoa Smelter Pratama (BSP), PT Central Omega Resources Industri Indonesia Tbk (CORII), dan PT Industri Smelter Nusantara (ISN).
Adi menegaskan, kehandalan listrik PLN dapat terbukti dengan terus meningkatnya permintaan tambah daya listrik dari HNI. Awal kerja sama PLN dengan HNI yang terjalin pada Agustus 2018 berupa pasokan listrik sebesar 40 MVA, dan terus meningkat hingga saat ini mencapai 220 MVA.
Dia memprediksi kebutuhan listrik di Sulawesi bakal kian meningkat seiring pertumbuhan industri di wilayah tersebut, termasuk industri smelter. Kebutuhan listrik untuk fasilitas smelter di Sulawesi diproyeksikan bisa lebih dari 6.000 MVA.
Hal ini ditunjukkan dengan adanya permintaan suplai daya dari sejumlah perusahaan smelter. Mereka adalah PT Celebessi Metalindo Utama dengan kebutuhan daya 450 MVA, PT Buttatoa Smelter Pratama sebesar 236 MVA, PT Central Omega Resources Industri Indonesia Tbk (CORII) sekitar 180 MVA, dan PT Industri Smelter Nusantara (ISN) sebesar 70 MVA.








Tinggalkan Balasan