, ,

MedcoEnergi Raih Laba Bersih US$ 56 Juta

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengumumkan kinerjanya yang positif untuk periode yang berakhir 30 September 2021. Selain meraih laba kotor sebesar US$ 376 juta, MedcoEnergi mencatat likuiditas yang kuat dengan posisi kas dan setara kas US$ 548 juta.

“Saya senang melaporkan satu lagi periode dengan hasil yang lebih baik. Harga komoditas tetap fluktuatif, tetapi masih pada tingkat yang baik dan permintaan gas domestik terus pulih setelah lockdown ekonomi akibat Covid-19,” ujar CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, Senin (20/12).

Menurut Roberto, pengajuan akuisisi atas aset ConocoPhillips di Indonesia akan memperkuat posisi MedcoEnergi di Asia Tenggara. Akuisisi ini bakal menghasilkan sinergi dengan operasi MedcoEnergi di Sumatera serta mendukung strategi perubahan ikllim yang tengah dijalankan oleh perusahaan energi nasional ini.

Selama periode sembilan bulan tahun 2021 ini, MedcoEnergi mencatat EBITDA US$ 508 juta, naik 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Kenaikan ini terutama karena pulihnya harga komoditas. Harga jual rata-rata minyak sebesar US$ 64 per barel, naik 62 persen dan harga penjualan rata-rata tertimbang gas US$ 6,3 per mmbtu, naik 23 persen.

“EBITDA pada kuartal ketiga adalah US$ 190 juta, meningkat dari kuartal kedua karena harga dan permintaan pulih sarta produksi secara bertahap meningkat pasca lockdown ekonomi,” ungkapnya.

Untuk laba bersih, MedcoEnergi meraih US$ 56 juta. Ketiga segmen usaha melaporkan laba dengan migas sebesar US$ 140 juta, Ketenagalistrikan US$ 21 juta dan Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) US$48 juta. Laba ini juga diimbangi dengan biaya kantor pusat dan pembiayaan kegiatan keuangan.

Belanja modal sebesar US$ 53 juta, meningkat seiring pulihnya permintaan tetapi akan berada di bawah panduan tahun 2021. Sementara kas dan setara kas adalah US$ 548 juta. Utang konsolidasi mencapai US$ 2,6 miliar, turun 10 persen. Hutang grup yang dibatasi adalah US$ 2,2 miliar, turun US$ 305 juta. Hutang bersih adalah US$ 1,8 miliar dan Hutang Bersih terhadap EBITDA1 2,9x.

Ikhtisar Operasi

Produksi migas mencapai 93 MBOEPD, turun 7 persen menyusul perpanjangan waktu henti pada kuartal kedua dan rendahnya permintaan gas domestik selama lockdown ekonomi Indonesia. Meski begitu, biaya produksi migas masih stabil di US$ 9,3 per BOE.

Belanja modal migas sebesar US$ 31 juta digunakan untuk pengembangan beberapa proyek di South Natuna Sea Block B PSC. Pekerjaan pengembangan ini akan berlanjut hingga tahun 2022 dengan gas pertama dari lapangan Hiu diharapkan pada Kuartal II-2022, gas pertama di Proyek Belida Extension di Kuartal IV-2022 dan minyak pertama di lapangan Forel dan gas di lapangan Bronang diharapkan pada Kuartal IV-2023.

“MedcoEnergi telah mendapatkan perpanjangan PSC selama 20 tahun untuk Blok Senoro-Toili (Senoro) yang efektif mulai Desember 2027,” ujar Roberto.

Sementara Medco Power menghasilkan penjualan 2.011 GWh, dengan sekitar 32 persen dari sumber energi terbarukan. Penjualan listrik stabil dari tahun ke tahun, karena peningkatan kinerja uap di panasbumi Sarulla yang diimbangi oleh permintaan listrik yang lebih rendah di Batam selama lockdown ekonomi baru-baru ini.

“Belanja modal listrik digunakan untuk menyelesaikan commissioning IPP Riau 275 MW, pembangunan fasilitas Solar PV 26 MWp di Sumbawa dan pengembangan panas bumi Tahap-1 30 MW di Ijen,” jelasnya.

Sedangkan AMNT menghasilkan 163 Mlbs tembaga dan 95 Kozs emas. Penambangan bijih pit dari Tahap 7 berlanjut demikian pula dengan pengembangan Tahap 8.

AMNT menandatangani kontrak pengembangan smelter dan pemurnian logam mulia dengan China Nonferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction dan PT Pengembangan Industri Logam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *