Jakarta, Petrominer – Setelah dihentikan tahun 2016 lalu, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menghidupkan kembali Program Patriot Energi. Program ini bertujuan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pendampingan, pengembangan, pembangunan dan pengelolaan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) secara berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi EBT setempat.
“Patriot Energi akan memberikan akses listrik kepada masyarakat yang bersih, andal, dan kontinyu, khususnya di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan wilayah Transmigrasi,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif saat melaunching Program Patriot Energi yang dilangsungkan secara hybrid, Jum’at sore (18/6).
Arifin menuturkan, generasi muda tersebut nantinya direkrut, dilatih dan dididik untuk memiliki empat kompetensi dasar, yaitu kompetensi keteknisan, kompetensi kejuangan, kompetensi kerakyatan, dan kompetensi keikhlasan. Dengan begitu, mereka diharapkan mampu mengatasi segala hambatan dan tantangan pada saat diterjunkan ke lapangan.
“Generasi muda Patriot Energi ini juga dibekali kemampuan untuk dapat mengedukasi masyarakat tentang EBT dan mempersiapkan organisasi pengelola fasilitas pembangkit EBT yang akan atau sedang dibangun agar pemanfaatannya dapat dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Setelah selesai mengikuti pendidikan dan pelatihan, generasi muda Patriot Energi ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak yang membutuhkan, baik Kementerian ESDM maupun pihak lain untuk menjangkau daerah-daerah 3T atau badan usaha lainnya yang berkeinginan mengembangkan pembangkit EBT.
“Patriot Energi diharapkan dapat dilantik pada Agustus 2021, dan dapat sebagai bahan laporan oleh Bapak Presiden dalam COP26 pada 1-12 November 2021 di Glasgow, Skotlandia,” ujar Arifin.
Program Patriot Energi sebelumnya dilaksanakan Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal EBTKE tahun 2015 – 2016. Program tersebut mendayagunakan 160 orang generasi muda yang telah dididik dan dilatih oleh Kementerian ESDM bekerjasama dengan Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dengan pembiayaan APBN. Selanjutnya, mereka ditugaskan di 160 desa, di 39 Kabupaten, di 18 Provinsi selama 5 bulan hingga 1 tahun. Lokasi penugasan tersebar dari Kepulauan Mentawai hingga Keerom, Papua.

Tahun 2021 ini, Program Patriot Energi, yang juga menggandeng IBEKA, akan menjaring 100 pemuda-pemudi untuk bertindak sebagai fasilitator lapangan di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan wilayah Transmigrasi, melaksanakan survei potensi EBT di daerah, membantu program de-Dieselisasi PT PLN (Persero), dan membantu kemandirian listrik desa.
Biaya untuk tahap seleksi sampai dengan pelatihan diharapkan dapat dipenuhi melalui anggaran CSR/PKBL BUMN dan Swasta serta sumbangan masyarakat. Dana tersebut diperkirakan bisa terkumpul pada triwulan ketiga tahun 2021.









Tinggalkan Balasan