Jakarta, Petrominer – Ada info menarik bagi para pegawai Kementerian ESDM, Sekretariat Dewan Energi Nasional dan SKK Migas yang ingin memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di rumahnya. Ada kemudahan bagi mereka yang ingin segera memasangnya, salah satunya adalah pembiayaan dari Bank Mandiri.
Program ini diinisiasi oleh Setjen DEN untuk mendukung komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca. Ini juga sebagai salah satu upaya kontribusi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian ESDM, Setjen DEN, dan SKK migas untuk ikut mempercepat transisi energi di Indonesia.
“Kami sangat mendorong implementasi program transisi energi melalui praktek di dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai policy makers di bidang energi, namun juga sebagai praktisi dan sekaligus Agen Perubahan di bidang energi untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto, usai menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama PLTS Atap antara Setjen DEN, SKK Migas, PT LEN, dan Bank Mandiri, Selasa (11/5).
Menurut Djoko, kerjasama ini dilakukan untuk mendukung pemanfaatan PLTS Atap bagi pegawai di lingkungan Kementerian ESDM, Setjen DEN, dan SKK Migas. Keikutsertaan Bank Mandiri dan SKK Migas dalam program ini merupakan suatu kemajuan positif yang diharapkan dapat diikuti oleh unit-unit kerja atau kementerian lainnya. Sebelumnya, Setjen DEN telah melakukan kerjasama serupa dengan Bank BRI dan PT LEN.
“Besar harapan kami bahwa melalui inisiasi kerjasama yang kita lakukan saat ini, unit kerja maupun Kementerian lain dapat melakukan kerjasama serupa. Selain itu, pegawai di lingkungan Setjen DEN dan SKK Migas dapat dengan mudah dan cepat untuk mengakses dana pinjaman guna memanfaatkan PLTS Atap,” ungkapnya.
Djoko meyakini pemasangan PLTS di rumah memiliki manfaat yang besar. Selain menurunkan tagihan listrik, PLTS juga merupakan salah satu upaya untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah lingkungan.
Sementara itu, Senior Executive Vice President Micro & Consumer Finance Bank Mandiri, Josephus Koernianto, mengatakan kerjasama ini adalah salah satu bentuk dukungan dari Bank Mandiri terhadap pencapaian bauran energi dari EBT sebesar 23 persen pada tahun 2025.
“Pencapaian bauran energi nasional tersebut sebagaimana diketahui diperlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Tenaga surya sebagai salah satu sumber energi baru terbarukan dinilai menjadi salah satu opsi percepatan mencapai target bauran tersebut,” ujar Josephus.
Dengan adanya kerjasama ini, Bank Mandiri akan memberikan kredit kepada nasabah yang akan memasang solar panel. Pembiayaan tersebut menggunakan skema kartu kredit atau skema pinjaman tanpa agunan yang murah dan dapat dicicil.









Tinggalkan Balasan