Makassar, Petrominer – PLN terus berupaya meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada pembangkit listriknya. Selain memodifikasi pembangkit listrik yang sudah ada, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga membangun pembangkit listrik green energy seperti angin, air dan sinar matahari.
Seperti yang dilakukan di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. PLN akan menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid berkapasitas 1,3 Mega Watt peak (MWp) di Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, Selayar, Sulawesi Selatan. PLTS dengan investasi sebesar Rp 39 miliar ini diupayakan bisa beroperasi pada Desember 2021 mendatang.
Menurut General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar), Awaluddin Hafid, kehadiran PLTS Hybrid ini menjadi wujud komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang ramah lingkungan, khususnya di wilayah Sulselrabar.
“PLN akan terus bergerak maju dengan melakukan transformasi guna menyiapkan kebutuhan listrik masa depan. Melalui Transformasi Power Beyond Generations, PLN berupaya menambah pembangkit yang ada di wilayah Sulselrabar, dengan penggunaan green energy, seperti penggunaan pembangkit melalui angin, air dan sinar matahari,” ujar Awaluddin, Rabu (5/5).
Realisasi pembangunan PLTS Hybrid ini diawali dengan ditandatanganinya pengadaan dan pemasangan PLTS Hybrid oleh PLN dengan pihak pengembangan, Selasa (4/5).
Kehadiran PLTS Hybrid ini diharapkan bisa ikut meningkatkan keandalan pasokan listrik dan perbaikan tegangan pelayanan pada pelanggan eksisting yang berada di sekitar lokasi tersebut. Selain itu, pembangkit ini dapat menjadi pasokan tambahan untuk melayani 27.892 pelanggan di Kabupaten Selayar.
“Dengan adanya PLTS Hybrid, diharapkan dapat mendatangkan manfaat besar untuk lingkungan dan perekomomian masyarakat sekitar sekaligus mendorong para investor untuk dapat berinvestasi dalam pengembangan pembangkit listrik yang memanfaatkan energi baru terbarukan,” ujar Awaluddin.
Hingga kini, sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan juga banyak dipasok oleh pembangkit EBT, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso berkapasitas 315 MW, PLTA Bakaru berkapasitas 126 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 60 MW, PLTB Tolo berkapasitas 70 MW. Adapun bauran EBT di sistem kelistrikan Sulbagsel sebesar 29,8 persen dengan total kapasitas sebesar 861,42 MW. Dalam waktu dekat, PLTA Malea ditargetkan juga akan beroperasi sehingga kembali menambah bauran EBT pada sistem kelistrikan Sulbagsel.









Tinggalkan Balasan