Jakarta, Petrominer – Di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, sektor industri manufaktur dalam negeri terus dipacu untuk menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat. Salah satu sektor industri yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat adalah produsen kompor listrik.
Hal ini sejalan dengan Program Konversi 1 Juta Kompor Listrik/Induksi yang telah diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui penandatanganan MoU untuk diversifikasi kompor gas LPG menjadi kompor listrik.
“Untuk mendukung program pengadaan 1 juta kompor listrik ini, kami telah memastikan kemampuan produksi dari industri dalam negeri,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier, Kamis (22/4).
Saat ini, menurut Taufiek, ada dua industri dalam negeri yang sudah memproduksi kompor listrik (induksi). Pertama, PT Adyawinsa Electrical and Power. Merek produknya adalah Myamin, dengan kapasitas produksi 17.000 unit per tahun untuk satu lini produksi dan dapat ditingkatkan hingga delapan lini produksi. Kedua, PT Maspion, yang memiliki kapasitas 300.000 unit per tahun.
Selain itu, Ditjen ILMATE juga melakukan koordinasi dengan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron). Perusahaan ini telah menyatakan kesiapannya untuk segera memproduksi kompor listrik.
“Dengan begitu, kami optimistis industri dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan produksi satu juta kompor listrik,” tegasnya.
Seperti diketahui, pemanfaatan listrik sebagai energi rumah tangga memiliki keunggulan lebih hemat, praktis, modern, nyaman, aman, ramah lingkungan (tanpa gas CO), dan tanpa api. Malahan, Pemerintah dapat menghemat Rp 60 triliun dari nilai impor LPG dan menjadi salah satu upaya untuk memaksimalkan cadangan listrik yang ada untuk dialihkan penggunaannya agar masyarakat dapat beralih ke kompor listrik.
Selanjutnya, ujar Taufiek, Kemenperin akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dewan Energi Nasional (DEN), serta kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk menyusun strategi bersama dalam meningkatkan pererapan kompor listrik/induksi hasil produksi dalam negeri. Ini dilakukan untuk memastikan Program Konversi 1 Juta Kompor Listrik dapat berjalan dengan dukungan dari industri dalam negeri.








Tinggalkan Balasan