Jakarta, Petrominer — Realisasi anggaran Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (KESDM) tahun 2016 mencapai 96% dari pagu anggaran, atau sebesar Rp 6,09 triliun. Realisasi ini dicapai telah adanya selfblocking atau penghematan.
“Pasca penghematan, pada tahun 2016, realisasi anggaran KESDM mencapai 96%,” papar Sekretaris Jenderal KESDM, Teguh Pamudji, Rabu (3/1).
Pagu anggaran KESDM dalam APBNP 2016 sebesar Rp 7,74 triliun. Namun, dalam perjalanannya dilakukan penghematan dengan mekanisme selfblocking sekitar Rp 1,6 triliun. Dengan begitu, pagu yang dapat digunakan KESDM tahun 2016 hanya menjadi Rp 6,09 triliun.
“Apabila tanpa memperhitungkan penghematan, maka realisasi anggaran KESDM tahun 2016 berkisar 76%,” jelas Teguh.
Dia juga menjelaskan bahwa pencapaian realisasi anggaran KESDM tahun 2016 ini meningkat dari tahun 2014 dan 2015. Pada tahun 2014, realisasi anggaran KESDM sebesar 51,28% dari total anggaran Rp 14,3 triliun. Sementara, di tahun 2015 dari total anggaran Rp 15,07 triliun, terealisasi 63,88%.
“KESDM juga telah mempersiapkan anggaran Tahun 2017, dengan pagu Rp 7,02 triliun. Sebagian dari anggaran tersebut dilaksanakan dengan mekanisme lelang,” papar Teguh.
Pengumuman lelang tahap I hingga III telah selesai dilaksanakan pada 9 November, 21 November dan 5 Desember 2016 lalu. Ada 342 paket dengan anggaran Rp 3,03 triliun. Sedangkan pengumuman lelang tahap IV paling lambat dilaksanakan awal tahun 2017, sebanyak 53 paket dengan anggaran sebesar Rp 324 miliar.
“Dari 342 Paket lelang tahap I hingga III yang sudah dilelang dengan nilai Rp 3,03 triliun, sebanyak 60 paket senilai Rp 79 miliar telah ditetapkan pemenangnya. Tanda Tangan Kontrak Tahap I akan dilaksanakan pada 20 Januari 2017,” ujarnya.
Selesainya sebagian besar proses lelang membuktikan peningkatan pengelolaan anggaran KESDM, yaitu persiapan administrasi dan governance. “KESDM berupaya agar pengelolaan anggaran 2017 senantiasa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” tutup Teguh.









Tinggalkan Balasan