Wonocolo, Bojonegoro, Petrominer — Berwisata menikmati keindahan alam seperti pegununan maupun sungai sudah biasa. Namun bila berwisata di antara sumur-sumur minyak, ini akan menjadi pengalaman baru bagi kita semua.
Area wisata seperti inilah yang sedang dikembangkan oleh PT Pertamina (Persero) di Desa Wonocolo, Bojonegoro, Jawa Timur. Dengan terus menjunjung aspek keselamatan dan kesehatan, para wisatawan diajak melihat langsung penambangan minyak secara tradisional yang eksotik di area tersebut.
Seperti diketahui, sumur minyak tradisional yang di wilayah Desa Wonocolo sudah lebih dari 100 tahun beroperasi secara tradisional dan dikelola oleh masyarakat setempat. Apalgi, mayoritas warga Desa Wonocolo bergantung hidup pada kelangsungan sumur tradisional tersebut. Namun demikian, secara alami produksi minyak pasti akan mengalami penurunan, sehingga suatu saat tidak dapat diproduksikan kembali.
“Kami melihat bahwa yang ada di Desa Wonocolo ini merupakan sesuatu yang unik. Di sini warga beraktifitas secara tradisional untuk memproduksikan minyak dari sumur – sumur tua sejak lebih dari 100 tahun,” ujar Cepu Field Manager PT Pertamina EP, Agus Amperianto, Sabtu (23/7).
Menurut Agus, untuk menjaga keunikan local heritage di desa itu, Pertamina bersama Pemda Bojonegoro dan dukungan dari seluruh stakeholder mencoba membuat sebuah desa wisata migas yang diberi nama Petroleum Geoheritage Wonocolo. Pendirian desa wisata migas ini didasari karena keunikan yang dimiliki oleh struktur Geologi di Desa Wonocolo.
“Di sini masyarakat diajak melihat langsung penambangan tradisional yang eksotik, dengan keberadaan tiang penyangga kayu dan dioperasikan secara tradisional. Selain itu ada trek untuk Jeep, motor trail dan sepeda,” jelas Agus.
Akhir pekan lalu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto berkesempatan mencoba langsung trek sepeda. Dia menyampaikan bahwa Desa Wisata Migas di Wonocolo ini sangat menarik.
“Dengan melintas menggunakan sepeda maupun jeep, selain badan dan pikiran fresh kita bisa melihat dan membayangkan bagaimana sejarah operasi migas di Indonesia pada masa lampau,” kata Dwi Soetjipto di sela kegiatannya bersepeda di Wonocolo.
Saat ini, lanjut Dwi, Pertamina berkolaborasi dengan paguyuban warga Desa Wonocolo mengelola Desa Wisata ini untuk menjadi pusat wisata migas pertama di Indonesia.
“Bagi yang ingin tahu sejarah perminyakan di Indonesia, Wonocolo merupakan salah satu tempat yang bisa dikunjungi,” jelasnya.
CSR Pertamina
Dalam kesempatan bersepeda tersebut, turut dilakukan penanaman pohon di sekitar lokasi sumur tua sebagai komitmen penghijauan. Penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari komitmen penanaman sebanyak 50.000 pohon sebagai kelanjutan program Pertamina Hijau untuk Bojonegoro.
Direktur Utama Pertamina juga membagikan perlengkapan sekolah bagi 37 siswa siswi berprestasi di SMP 1 Wonocolo, serta menandatangani dimulainya pembangunan renovasi masjid Desa Wonocolo senilai Rp 1 miliar.









Tinggalkan Balasan