Jakarta, Petrominer – PT J Resources Asia Pasifik Tbk menyatakan akan fokus eksplorasi di dua wilayah pertambangan untuk menambah cadangan emas pada tahun 2020 ini. Perusahaan tambang emas ini juga menyatakan yakin prospek bisnis tambang emas masih sangat menjanjikan, mengingat harga komoditi tersebut yang cukup bagus sepanjang tahun lalu.
Direktur Utama J Resources, Edi Permadi, menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus pada pengembangan untuk meningkaktan cadangan dan sumber daya di dua wilayah kerjanya. Yakni Blok Bakan di Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Blok Doup di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara
“Kami menargetkan peningkatan cadangan emas hingga 500 ribu ons yang berasal dari Blok Bakan. Saat ini, total sumber daya yang dimiliki perusahaan mencapai 9,4 juta ons, dengan cadangan terbukti sebanyak 4,8 juta,” ungkap Edi saat ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) J Resources, Rabu sore (19/2).
Saat ini, Blok Bakan telah berkontribusi memproduksi emas mencapai 70-80 ribu per tahun. Jumlah sumber daya yang dimiliki diprediksi bisa mencapai lima hingga enam tahun sebelum eksplorasi tambahan.
Menurutnya, peningkatan sumber daya tersebut bisa membuat bisnis J Resources semakin kuat. “Tidak banyak swasta nasional yang memiliki cadangan sampai 4,8 juta ons. Seluruh portofolio kami juga akan meningkat,” tegas Edi.
Apalagi, pertambangan emas menjadi prospek bisnis yang sangat menjanjikan. Sebab, harga komoditas tersebut cukup bagus sepanjang tahun lalu. Dari sisi geopolitik global, emas memiliki nilai yang cukup stagnan sehingga bisa menjadi solusi untuk investasi.
Sementara Blok Doup, dengan luas sekitar 4.000 hektar, memiliki cadangan emas mencapai 3,3 juta oz dan sumber daya mencapau 1,9 juta oz. Blok tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2021.
“Pengembangan kedua proyek tersebut diharapkan dapat memberi kepastian produksi emas untuk 8-12 tahun ke depan. Perusahaan juga akan tetap mencari terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan produksi, baik dari proyek yang sudah ada maupun pembangunan proyek baru,” jelas Edi.
Saat ini, J Resources juga sedang melakukan modifikasi fasilitas produksi yang ada di Proyek Penjom, Malaysia. Modifikasi ini berupa pengkayaan konsentrat untuk memproses kembali cadangan emas yang ada di TSF (tailing facility).
“Kami berharap proyek ini dapat mulai berproduksi pada semester II tahun 2020 ini,” paparnya.

Obligasi Berkelanjutan
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyampaikan bahwa J Resources berhasil menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I-J Resources Asia Pasifik Tahap III Tahun 2020 senilai Rp 569,65 miliar. Obligasi ini akan digunakan untuk pelunasan utang sekaligus pendanaan ekspansi bisnis perusahaan.
Sebanyak Rp 500 miliar dana hasil penerbitan obligasi digunakan untuk melunasi surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) yang dirilis anak usahanya PT J Resources Nusantara (JRN), yang akan jatuh tempo pada 18 Mei 2020 nanti. Sementara sisanya dana Rp 69,65 miliar akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk membiayai proyek pengembangan Blok Bakan dan Blok Doup.








Tinggalkan Balasan