Texas, Petrominer – ExxonMobil mengumumkan bahwa lapangan minyak Liza, blok Stabroek, di lepas pantai Guyana, sudah mulai berproduksi, Jum’at (20/12). Produksi perdana ini lebih cepat dari jadwal dan kurang dari lima tahun setelah penemuan hidrokarbon pertama. Keberhasilan ini jauh di depan rata-rata proyek pengembangan migas laut dalam (deepwater).
Liza Phase 1 adalah yang pertama dari beberapa proyek lepas pantai yang direncanakan di blok Stabroek. Produksi dari fase pertama lapangan Liza ini diperkirakan akan mencapai kapasitas penuh 120.000 barel minyak per hari dalam beberapa bulan mendatang. Sementara kargo pertama akan dijual dalam beberapa minggu ini.
“Ini tonggak bersejarah. Memulai produksi minyak dengan aman dan sesuai jadwal menunjukkan komitmen dalam kualitas dan kepemimpinan ExxonMobil dalam pelaksanaan proyek,” kata chairman and chief executive officer Exxon Mobil Corporation, Darren Woods, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Sabtu (21/12).
“Kami bangga dengan pekerjaan kami dengan rakyat dan Pemerintah Guyana untuk mewujudkan visi jangka panjang kami yang sama tentang pengembangan sumber daya yang bertanggung jawab dan maksimal untuk manfaat bersama.”
Lihat juga: ExxonMobil Makes FID to Proceed with Liza Oil Development
Desain konsep proyek pengembangan Liza Phase 1 menampilkan kapal floating, production, storage and offloading (FPSO) Liza Destiny, yang ditambatkan 190 kilometer lepas pantai Guyana, dan empat pusat pengeboran bawah laut yang mendukung 17 sumur.
Sekitar 1.700 karyawan ExxonMobil dan pekerja pendukung yang terlibat dalam proyek ini adalah pekerja Guyana, atau lebih dari 50 persen dari total tenaga kerja. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya operasi. ExxonMobil dan kontraktor langsungnya telah menghabiskan sekitar $ 180 juta dengan lebih dari 630 pemasok lokal sejak penemuan minyak pertama pada hahun 2015.
“Melalui pengembangan tenaga kerja dan investasi masyarakat yang berkelanjutan, kami telah membuat dampak positif di Guyana,” kata Presiden ExxonMobil Guyana, Rod Henson.
“Kami berkomitmen untuk menggunakan teknologi dan inovasi berkelanjutan guna mencapai standar tertinggi untuk kinerja keselamatan dan lingkungan.”
Lebih lanjut, ExxonMobil sedang membangun FPSO kedua, yang diberi nama Liza Unity, dengan kapasitas produksi hingga 220.000 barel minyak per hari untuk mendukung pengembangan Liza Phase 2. Sejalan dengan itu, juga sedang dilakukan Front-end engineering design (FEED) FPSO ketiga, yakni Prosperity, untuk mendukung pengembangan lapangan Payara yang sedang menunggu persertujuan Pemerintah.
Sampai tahun 2025, ExxonMobil telah mengantisipasi setidaknya ada lima FPSO yang akan menopang produksi minyak dari blok Stabroek, lebih dari 750.000 barel per hari. Pengembangan tepat waktu dari proyek tambahan ini akan memastikan bahwa tenaga kerja lokal dan pemanfaatan pemasok lokal akan terus tumbuh.
Perkiraan sumber daya terpulihkan yang ditemukan di blok Stabroek adalah lebih dari 6 miliar barel setara minyak. Esso Exploration and Production Guyana Ltd. memiliki 45 persen saham dan sekaligus operator blok migas ini. Mitra lainnya adalah Hess Guyana Exploration Ltd. memegang 30 persen dan CNOOC Nexen Petroleum Guyana Ltd. 25 persen.








Tinggalkan Balasan