Jakarta, Petrominer – Pengamat hulu migas, Tumbur Parlindungan, mengatakan perbaikan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) dipastikan bisa mengubah wajah perekonomian Indonesia. Apalagi, dari hulu, akan berkembang pula industri petrokimia hingga menjamurnya industri pendukung migas.
“Perbaikan tersebut bisa diawali dengan penunjukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo,” ujar Tumbur dalam sebuah diskusi di Bimasena, Senin pagi (21/10).
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat sedang sibuk menyeleksi pejabat-pejabat yang bakal membantunya dalam pemerintahan lima tahun mendatang. Selain mewawancarai langsung para calon, Presiden juga membuka masukan maupun usulan dari pihak lain.
Siapa yang cocok menjadi Menteri ESDM? Menurut Tumbur, Menteri ESDM yang diperlukan ke depan adalah sosok bisa bersikap ramah terhadap investor atau investor friendly. Sosok Menteri ESDM yang seperti itu diyakini dapat mendorong kepercayaan para investor di hulu migas.
Dia juga menegaskan bahwa menteri yang baru harus bisa membuat regulasi dan kebijakan yang tidak terlalu ‘ikut campur’ dalam persoalan teknis bisnis. Tentunya, ini untuk mendukung iklim bisnis di hulu migas dan juga para investor lebih leluasa bergerak.
“Pokoknya urusan bisnis, urusan kita (investor). Mereka (Pemerintah) buat regulasinya supaya kita bisa bermain dengan baik. Ini menteri yang kita mau. Biarkan kita bermain sebagai investor dan pemerintah jangan ikut campur,” tegas Tumbur.
Selain itu, para investor juga membutuhkan kepastian hukum untuk usaha yang akan dilakukannya ke depan. Pemerintah seharusnya dapat menghargai kontrak dengan investor hulu migas.
“Kita tanda tangan kontrak 30 tahun, jangan ada perubahan di tengah-tengah. Waktu kita buat investasi, 30 tahun awal sudah kita hitung. Misalnya dulu kita boleh free lift minyak kemanapun tapi kemudian diwajibkan ke Indonesia. Ini ubah kontrak, kita harus ikutin. Apa besok seperti itu lagi?,” ujarnya dengan lantang.









Tinggalkan Balasan