, , ,

Investigasi Kebocoran Dilakukan Usai Penanganan YYA-1

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) bersinergi dalam menangani peristiwa di sumur YYA-1, yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ).

Menurut Kasubdit Keselamatan Hulu Direktorat Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Mirza Mahendra, Kementerian ESDM telah menurunkan tim untuk melakukan pengawasan dan pemantauan atas upaya penanganan yang dilakukan di lapangan. Sementara investasi penyebab kebocoran akan dilakukan setelah seluruh proses penanganan selesai.

“Saat ini, Kementerian ESDM masih focus pada penanganan peristiwa tersebut. Sementara proses investigasi penyebab kebocoran akan dilakukan setelah seluruh proses penanganan selesai,” ujar Mirza dalam jumpa pers di Pertamina, Kamis (15/8).

Dia juga menyampaikan prihatin atas kejadian ini dan KESDM terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara langsung upaya penanganan di lapangan.

Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu, menjelaskan bahwa PHE ONWJ telah menerapkan strategi proteksi berlapis untuk menahan tumpahan minyak Sumur YYA-1. Selain penanganan kontrol sumur yang sudah mencapai kedalaman 1.680 meter atau 5512 feet, PHE ONWJ melokalisasi minyak dengan pengoperasian static and moveable oil boom, serta menyedot ceceran minyak menggunakan skimmer dan slurry pump.

““Pemasangan dan pengoperasian static oil boom pada lapisan utama sudah mencapai total panjang 4.450 meter. Konfigurasi full circle ini sudah hampir menutup penuh anjungan YYA. Terdapat beberapa bukaan untuk akses masuk keluarnya kapal skimming,” jelas Dharmawan.

Dia menjelaskan, Incident Managemet Team (IMT) PHE ONWJ juga telah menempatkan tandon-fluida, yang ditempatkan di bawah anjungan YYA. Penampungan ini menggunakan floating storage tank, yang ditarik oleh dua buah kapal. Dengan posisi di bawah anjungan ini memudahkan untuk menampung langsung tumpahan minyak.

“Metode tandon fluida berhasil menampung sekitar 5.000 liter minyak mentah per hari, di mana setelahnya minyak akan akan dipindahkan ke kapal penampung,” ujar Dharmawan.

Upaya lain untuk menahan laju tumpahan minyak meluas, PHE ONWJ mengoperasikan 3 unit skimmer ditambah pengoperasian 1 slurry pump yang telah tiba di lokasi dan telah digunakan. Hampir sama dengan skimmer, slurry pump ini bertujuan untuk memaksimalkan penyedotan minyak dan kemudian ditempatkan di IBC Tank.

Untuk menangani ceceran minyak di laut ini, PHE ONWJ mengerahkan 48 kapal, 2.689 personil, menggelar total 5.850 meter oil boom di offshore dan 3.660 meter oil boom di onshore.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *