Jakarta, Petrominer — PT Elnusa Tbk (ELNUSA) menutup kinerja tahun 2016 dengan laba dan marjin laba konsolidasi yang tetap terjaga dengan baik. Kinerja positif ini dicapai meski harga minyak dunia masih mengalami fluktuasi yang cukup tajam sepanjang tahun lalu.
Fluktuasi harga minyak yang bergerak terbatas di bawah level US$ 50 pada hampir sepanjang tahun 2016 telah mempengaruhi aktivitas migas baik dari sisi eksplorasi maupun produksi serta pengembangan lapangan migas. Elnusa sebagai salah satu pemain jasa migas nasional turut terkena dampaknya, sehingga pendapatan usaha konsolidasi mengalami penurunan sebesar 4,1% menjadi Rp 3,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pendapatan Elnusa konsolidasi 2016 merupakan kontribusi dari jasa hulu migas (bisnis seismik, drilling & oilfield services) sebesar 50%, jasa logistik & distribusi energi sebesar 45%, dan sisanya merupakan kontribusi dari jasa penunjang lainnya,” papar Budi Rahardjo, Direktur Keuangan Elnusa, Budi Rahardjo, Selasa (14/2).
Akibatnya, perolehan laba juga mengalami penurunan, termasuk laba bersih yang turun sebesar 17,2% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp 310 miliar. Selain karena imbas aspek operasional, penurunan laba bersih tahun 2016 juga dipengaruhi oleh kerugian kurs yang cukup besar sekitar Rp 18 miliar.
Meskipun kondisi industri migas sepanjang 2016 belum bergairah, jelas Budi, Elnusa tetap berusaha menjalankan kegiatan operasional dengan efektif dan efisien. Hasilnya, marjin laba dapat terjaga pada level yang cukup baik, terlihat dari marjin laba kotor, marjin laba usaha, marjin EBITDA dan marjin laba bersih yang masing-masing tercatat sebesar 17,0%, 11,6%, 20,0% dan 8,6%.

Selain itu, diversifikasi portofolio bisnis Elnusa di luar jasa hulu migas juga turut menjaga kinerja Perseroan secara konsolidasi.
Menurut Budi, inilah menariknya Elnusa, yang memiliki keunggulan diversifikasi bisnis jasa energi terintegrasi. Meskipun secara performa bisnis jasa hulu migas terkena imbas dan mengalami penurunan cukup signifikan, namun dapat menjaga stabilitas kinerja konsolidasi melalui bisnis jasa logistik & distribusi energi melalui anak usaha PT Elnusa Petrofin yang justru mencatat pertumbuhan sebesar 25%.









Tinggalkan Balasan