, ,

Pertamina Terbangkan Operator SPBU Kaltim Ke Lokasi Bencana

Posted by

Balikpapan, Petrominer – PT Pertamina (Persero) terus melakukan optimalisasi pelayanan dan penyediaan bahan bakar minyak (BBM) pasca gempa dan tsunami melanda Palu, Sulawesi Tengah, akhir pekan lalu. Salah satunya adalah dengan tetap mengoperasikan secara optimal Stasiun Pengisian BBM Umum (SPBU) di lokasi bencana.

Untuk mendukung operasional SPBU di wilayah bencana, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan telah mengirimkan tenaga perbantuan operator SPBU sebanyak 20 orang. Para operator ini akan ditugaskan menggantikan sementara operator setempat yang menjadi korban gempa dan tsunami.

Rombongan dilepas oleh Pjs. General Manager Pertamina MOR VI Muhamad Resa di Kantor Pertamina MOR VI Jalan Yos Sudarso No. 148 Balikpapan Tengah, Minggu (30/9). Para operator SPBU itu berasal dari tiga kota di Kalimantan Timur, yakni Balikpapan, Samarinda dan Kutai Kartanegara.

Menurut Region Manager Comm. & CSR Pertamina Kalimantan, Yudi Nugraha, sejak terjadinya gempa dan tsunami beberapa hari lalu, kegiatan penjualan BBM di SPBU Pertamina memang sempat terkendala. Dalam mengatasi hal tersebut, selain mengirimkan pasokan BBM alternatif menggunakan pesawat udara jenis Air Tractor dari Tarakan Kalimantan Utara, Pertamina juga mengerahkan tenaga bantuan operator SPBU guna memberikan kesempatan bagi operator setempat yang menjadi korban untuk fokus pulih dari bencana.

“Unit operasi Pertamina dari seluruh Indonesia akan berupaya semaksimal mungkin memberikan dukungan, baik dalam hal operasional distribusi bahan bakar untuk masyarakat, maupun bantuan logistik yang akan disalurkan langsung kepada para korban,” kata Yudi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa rombongan operator ini diberangkatkan Minggu malam pukul 19.00 wita dengan menggunakan dua pesawat komersil dari Balikpapan untuk bertolak ke Kota Gorontalo. Di sana, mereka akan berkumpul dengan tenaga perbantuan dari wilayah operasi Pertamina lainnya dan mengikuti arahan dari Pertamina MOR VII terkait lokasi-lokasi kerja yang harus mereka isi.

“Sesuai info yang kami dapat dari Pertamina MOR VII. Khusus untuk operator SPBU akan terlebih dahulu ditugaskan di SPBU yang berada di Kota Palu. Para operator ini akan bertugas selama maksimal 1 minggu guna menghindari permasalah psikologis seperti stress yang mungkin dihadapi di tengah wilayah bencana,” ujar Yudi.

Sama halnya dengan bencana di Lombok beberapa waktu lalu, Pertamina MOR VI bersama-sama dengan wilayah operasi Pertamina lainnya juga mengirimkan bantuan, baik yang berasal dari perusahaan maupun yang dikumpulkan dari para pekerja secara sukarela. Tenaga relawan yang berasal dari pekerja Pertamina pun dalam proses pengumpulan guna membantu pemulihan fiksik maupun psikologis dengan menggelar kegiatan trauma healing yang dipusatkan di Posko Pertamina Peduli di wilayah bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *