Jakarta, Petrominer – Produsen tembaga aluminium nasional minta Pemerintah terus berupaya menjaga kestabilan mata uang rupiah. Pasalnya, produsen tersebut sedang melakukan penetrasi pasa ekskor ke berbagai negara di Asia.
Hal itu disampaikan produsen tembaga terbesar di Indonesia, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. Perusahaan ini menyatakan akan terus melakukan penetrasi pasar ekspor ke berbagai negara seperti negara-negara Oseania, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Upaya menjaga kestabilan mata uang rupiah dianggap penting agar tercipta iklim bisnis yang lebih kondusif.
“Secara umum kebijakan pemerintah dalam memacu pertumbuhan industri tembaga aluminum selama ini sudah cukup memadai,” ujar Direktur Tembaga Mulia Semanan, Heri Setiono, Jum’at (18/5).
Heri menjelaskan, terjadinya kenaikan nilai penjualan selama ini dipengaruhi oleh harga di bursa internasional London Metal Exchange (LME) dan juga meningkatnya volume penjualan. Khusus di bidang produksi aluminium, kenaikan volume penjualan sangat dipengaruhi oleh partisipasi PT PLN (Persero) sebagai pengguna akhir dari kabel aluminum di pasar domestik.
Kendati penjualan dalam negeri terus meningkat, namun perusahaan ini mengaku akan tetap menjaga perdagangan ekspor-nya yang hampir mencapai 40 persen dari total produksi. Menurutnya, kemudahan ekspor yang diberikan Pemerintah cukup mendorong ekspor produknya.
Dalam kaitan dengan kondisi pasar tersebut, Tembaga Mulia Semanan tahun ini akan menambah modal (Capital Expenditure) US$ 1.650.,000. Dana ini akan digunakan untuk pembelian parts mesin dan juga upgrading mesin, karena tahun 2018 diperkirakan permintaan masih akan meningkat sampai 3 persen.
Mengenai kinerja perusahaan tahun lalu, Heri menyatakan cukup menjanjikan dengan penjualan mencapai US$ 630.635.000. Kinerja ini meningkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 466.334.000.
“Dari penjualan tahun lalu itu, Perseroan memperoleh laba kotor US$ 22.949.000. Sementara volume penjualan tembaga naik 4 persen, dan produksi aluminum meningkat 56 persen dibandingkan pencapaian tahun 2016,” paparnya.
Namun dengan situasi di bidang moneter yang terjadi akhir-akhir ini, dia menyatakan khawatir akan berdampak juga terhadap kinerja perusahaan. Usai mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham pekan lalu, Heri menjelaskan bahwa sejauh ini gejolak bidang keuangan tersebut masih dapat diatasi, mengingat senantiasa terjalin kerjasama yang baik antara perseroan dengan semua produsen kabel dan para pengguna tembaga dengan dukungan tehnologi Microsoft digital. Antara produsen bahan baku dan para pelanggan telah terbangun komunikasi digital, sehingga setiap masalah dapat diatasi bersama.
Menurutnya, RUPS juga sepakat untuk menahan laba dan tidak akan membagi dividen. Sejauh ini, perusahaan itu belum akan menambah varian produknya, karena produk yang ada sekarang dinilai masih mampu memenuhi permintaan konsumen.
Kegiatan utama Tembaga Mulia Semanan adalah memproduksi batangan dan kawat tembaga, batangan aluminium, serta produk-produk kawat. Secara umum, utilisasi pemenuhan industri kabel tembaga aluminium di tingkat nasional baru berkisar antara 70-85 persen.









Tinggalkan Balasan